Indonesia Economic Outlook 2026: Forum Bisnis Dorong Kemitraan Strategis Perkuat Investasi, Perdagangan, dan Pariwisat

banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id  – Rangkaian optimisme ekonomi Indonesia menuju 2026 mengemuka dalam THE 3rd Business, Trade & Tourism Investment Business Forum bertema “Indonesia Economic Outlook 2026: Strategic Partnerships for Business, Trade & Tourism Investment” yang diselenggarakan Krista Exhibitions.

Forum bergengsi ini mempertemukan pemerintah, pelaku industri, asosiasi, serta investor internasional untuk membahas arah kebijakan ekonomi, proyeksi pertumbuhan, hingga peluang investasi lintas sektor.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Dalam sambutan pembukaan melalui rekaman video, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa perekonomian Indonesia tetap menunjukkan ketahanan kuat di tengah dinamika global.

Airlangga mengungkapkan, realisasi investasi periode Januari–September 2025 mencapai Rp1.434,3 triliun atau naik hampir 13% secara tahunan, seraya menciptakan 1,95 juta lapangan kerja baru. Kawasan Ekonomi Khusus turut menjadi motor pertumbuhan, dengan investasi kumulatif Rp294,4 triliun dan 187.000 tenaga kerja, terutama di sektor pariwisata.

Pada semester pertama tahun berjalan, investasi yang masuk telah mencapai Rp340,2 triliun, atau 60% dari target nasional, dengan foreign direct investment berkontribusi 26%.

Selain itu, Airlangga menyoroti kuatnya indikator ekonomi nasional. Manufacturing PMI berada pada level ekspansif 53,3, indeks keyakinan konsumen tercatat 121,2, serta pemulihan signifikan sektor otomotif. Surplus neraca perdagangan pun terus berlanjut hingga 66 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.

Pemerintah juga menyiapkan berbagai stimulus di akhir 2025, termasuk diskon transportasi nasional serta penyelenggaraan 37 event pariwisata yang diproyeksikan menghasilkan dampak ekonomi hingga Rp120 triliun.

Menatap 2026, APBN akan kembali diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan, energi, gizi, serta pendidikan dengan alokasi Rp3.250 triliun, di antaranya Rp450 triliun untuk memperkokoh sektor-sektor strategis tersebut.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menargetkan realisasi investasi Rp2.175,26 triliun pada 2026, atau naik 14,2% dibanding target 2025. Strategi hilirisasi diproyeksikan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 8%.

Target ini sejalan dengan proyeksi Bank Indonesia yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,33% pada 2026. Menurut Rosan, arus investasi yang menguat akan berdampak langsung pada sektor perdagangan, industri, pariwisata, hingga MICE.

Sektor MICE (Meetings, Incentives, Conferences, Exhibitions) kembali menegaskan posisi strategisnya dalam mendorong perekonomian nasional. Hingga September 2025, pemerintah telah mendukung 134 event, menghadirkan 10,8 juta pengunjung, melibatkan 95 ribu pekerja event, serta 44.800 UMKM, dengan perputaran ekonomi Rp11,82 triliun.

Kementerian Pariwisata menargetkan kontribusi devisa sektor MICE naik dari 10% menjadi 15% pada 2029 melalui penguatan kualitas penyelenggaraan event nasional.

CEO Krista Exhibitions, Daud D. Salim, menegaskan bahwa 2026 menjadi momentum percepatan industri nasional, terutama sektor manufaktur dan MICE. Forum ini, menurutnya, dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam terkait tren teknologi, dinamika global, serta peluang kemitraan bisnis lintas sektor.

Forum menghadirkan sesi diskusi strategis terkait proyeksi ekonomi, kebijakan percepatan investasi, tren pameran internasional, hingga strategi menjadikan Indonesia sebagai pusat pameran terkemuka di Asia Tenggara. Selain itu, tersedia sesi business matching dan networking untuk membuka peluang kerja sama dan investasi baru.

Memasuki 2026, Krista Exhibitions kembali menghadirkan rangkaian pameran besar di berbagai kota Indonesia. Pameran sektor makanan dan minuman digelar di Yogyakarta, Surabaya, Bali, hingga puncaknya SIAL Interfood Expo di Jakarta yang bersanding dengan Seafood Show Asia Expo dan All Indonesia Cooltech Expo.

Selain itu, pameran sektor kecantikan, tekstil, kesehatan, teknologi audiovisual, printing dan packaging, hingga logistik, maritim, dan agrikultur memperkuat ekosistem industri nasional melalui:

  • IndoBeauty Expo
  • Indo Leather & Footwear Expo (ILF)
  • Indo Garment & Textile Expo (IGT)
  • IndoHealthcare Gakeslab Expo
  • PRO AVL Indonesia Expo
  • Surabaya Printing Expo
  • All Print Expo & All Cold Chain Logistics & Transportation Expo
  • Indonesia Maritime & Logistics Expo
  • All Agri Expo
  • EastPack Surabaya
  • All Pack Indonesia Expo & Allplas Indonesia Expo

Berbagai agenda tersebut menjadi wadah kolaboratif bagi pelaku industri dan mitra internasional untuk mendorong pertumbuhan investasi dan daya saing nasional.

Melalui forum ini serta rangkaian pameran sepanjang 2026, Krista Exhibitions menegaskan komitmennya menjadi jembatan antara pemerintah, dunia usaha, dan investor global. Sinergi lintas sektor yang terus dibangun diharapkan menjadi fondasi penting untuk memperluas investasi, mendorong inovasi, serta mempercepat transformasi industri menuju masa depan ekonomi Indonesia yang lebih kompetitif dan berkelanjutan.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.