IGS Luncurkan White Paper 2025: “Gelombang Gas Berikutnya” Pacu Ketahanan Energi Nasional

IGS Luncurkan White Paper 2025: “Gelombang Gas Berikutnya” Pacu Ketahanan Energi Nasional
IGS Luncurkan White Paper 2025: “Gelombang Gas Berikutnya” Pacu Ketahanan Energi Nasional
banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id Ketahanan energi Indonesia, khususnya gas bumi, kembali digelorakan. Indonesian Gas Society (IGS) resmi meluncurkan White Paper 2025 bertajuk “Bridging the Next Gas Wave: What Will It Take to Unlock Indonesia’s Gas Potential?” di Hotel Pullman Thamrin, Jakarta, Rabu (17/9/2025).

Dokumen ini menjadi peta jalan strategis memperkuat ekosistem gas nasional sekaligus menegaskan peran gas sebagai pilar transisi energi rendah karbon.

Wakil Ketua Umum Bidang Advokasi dan Industri ALB Kadin Indonesia Achmad Widjaja menekankan pentingnya integrasi hulu, midstream, dan hilir migas agar pasokan tidak terfragmentasi.

“Ketahanan energi harus jadi prioritas utama. Tanpa integrasi, industri nasional akan terus kesulitan berkembang,” ujarnya.

Achmad mengingatkan pemerintah untuk tidak hanya mengandalkan batubara atau nikel. Gas, katanya, harus menjadi tulang punggung transisi energi rendah karbon.

“Standar ESG kini membatasi ekspor batubara ke Eropa dan Amerika. Gas adalah jawaban keberlanjutan industri dan lingkungan,” tegasnya.

Advisor IGS Daniel S. Purba menyoroti potensi besar cadangan gas Andaman dan Masela. Namun, ia mengingatkan perlunya koordinasi institusional agar cadangan tidak hanya berhenti di atas kertas.

“Gas harus berjalan beriringan dengan energi terbarukan. Eksekusi efisiensi hulu-hilir, penguatan jaringan pipa & LNG, kepastian regulasi dan harga, serta akselerasi teknologi karbon rendah adalah kunci,” jelasnya.

Partner & Head of APAC Advisory Rystad Energy Samuel Low menambahkan, harga gas yang kompetitif dan infrastruktur memadai akan menentukan keberhasilan monetisasi cadangan nasional.

“Tanpa keekonomian proyek, investasi sulit masuk. Harga yang tepat dan infrastruktur yang siap adalah kunci,” paparnya.

White Paper 2025 memproyeksikan lonjakan konsumsi gas domestik dari 3.630 mmscfd pada 2025 menjadi 4.830 mmscfd pada 2035, didorong sektor industri dan listrik, sebelum stabil di 5.700 mmscfd pasca 2045. Jawa dan Sumatra diprediksi tetap menjadi penyumbang 70 persen permintaan nasional.

IGS menegaskan, strategi “Gelombang Gas Berikutnya” menempatkan gas sebagai pilar utama ketahanan energi nasional yang berdampingan dengan energi terbarukan sebuah langkah vital untuk memastikan Indonesia tetap berdaulat energi di era transisi global.

 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.