MEDAN, Radarjakarta.id — Kecamatan Medan Sunggal mendadak geger pada Rabu pagi (10/12) setelah seorang ibu rumah tangga ditemukan tewas bersimbah darah di kediamannya di Jalan Dwikora. Korban berinisial F (42) didapati tidak bernyawa dengan luka sabetan benda tajam di bagian lengan, memicu kepanikan warga yang berlarian menuju lokasi.
Korban ditemukan dalam kondisi kritis sebelum akhirnya dinyatakan meninggal saat hendak dibawa ke rumah sakit. Yang membuat peristiwa ini semakin menggemparkan adalah dugaan bahwa pelaku merupakan anak kandung korban sendiri, berinisial A (13), siswi SMP.
Menurut keterangan warga dan Kepala Lingkungan V, Tono, rumah korban sudah ramai sejak pukul 05.00 WIB setelah terdengar keributan dari dalam. Suami korban terlihat histeris saat ambulans dari Rumah Sakit Columbia Asia tiba.
“Dicek medis, istrinya sudah meninggal,” ujar Tono.
Polisi dari Polsek Sunggal kemudian memasang garis polisi dan melakukan olah TKP. Di dalam rumah, terdapat empat orang: korban, suami, serta dua anak mereka. Suami korban tidur di lantai dua, sementara korban dan kedua anak berada di kamar lantai satu.
Tono mengaku terpukul atas kejadian ini, sebab hubungan F dan A selama ini tampak sangat baik.
“Akrab sekali. Mamanya selalu antar anaknya sekolah,” katanya.
Meski begitu, informasi awal dari sang suami menyebutkan dugaan bahwa A tersulut emosi setelah mendengar kakaknya dimarahi korban malam sebelumnya. Polisi menegaskan bahwa motif masih dalam pendalaman.
Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Bayu Putro Wijayanto, memastikan A diperiksa dengan pendampingan khusus karena masih di bawah umur.
“Anaknya trauma, perlu pendampingan. Motif masih kami dalami,” ujarnya.
Jenazah korban kini berada di RS Bhayangkara untuk autopsi, sementara A telah dipindahkan dari Polsek Sunggal ke Polrestabes Medan untuk pemeriksaan lanjutan. Pihak kepolisian masih merangkai kronologi utuh dari tragedi yang menyita perhatian warga Medan tersebut.|Doel*











