Ibadat Advent SD Santo Kristoforus 2: Seruan Selamatkan Bumi & Doakan Korban Banjir Bandang di Sumatera

banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id — Suasana haru menyelimuti halaman SD Santo Kristoforus 2 saat ratusan siswa berkumpul dalam Ibadat Advent khusus untuk mendoakan keselamatan bangsa, memohon perlindungan dari bencana alam, sekaligus mengirim doa bagi para korban banjir bandang di Aceh dan Sumatra yang hingga kini masih berjuang bangkit dari musibah yang meluluhlantakkan ribuan rumah.

Dipimpin oleh guru agama Monika Septi Ekasari yang akrab disapa Monik misa ini menjadi momentum refleksi akhir tahun sekaligus pembentukan karakter cinta lingkungan bagi para siswa. Dengan penuh ketegasan dan kelembutan, Monik mengingatkan anak-anak bahwa Bumi bukan hanya tempat tinggal, tetapi “taman Eden” yang dititipkan Tuhan untuk dijaga, dirawat, dan dicintai.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

“Kalau alam rusak, manusialah yang menerima dampaknya. Cintai bumi agar kita dijauhkan dari bencana,” tegas Monik di hadapan para siswa yang mengikuti Ibadat Advent dengan khidmat.

Guru Bahasa Inggris Lucia Indriyanti dan Wakil Kepala Sekolah Lorensia Pricilla Anggi turut memandu jalannya kegiatan. Menjelang Natal 25 Desember 2025, Monik berharap setiap siswa mampu menjadi pembawa kasih dan kebaikan di keluarga maupun lingkungan mereka.

Aksi Natal: SD Santo Kristoforus 2 Bagikan Bantuan ke Lingkungan Sekitar

Kepala Sekolah Agustinus Paryono menegaskan bahwa semangat berbagi sudah menjadi identitas sekolah Katolik tersebut. Menjelang Natal, SD Santo Kristoforus 2 kembali melaksanakan Aksi Natal dengan menyalurkan bantuan kepada:

• Petugas keamanan komplek

• Petugas kebersihan

• 3 Panti asuhan

• Gereja Katolik setempat

“Ini adalah tradisi tahunan. Anak-anak kami diajak belajar bahwa Natal bukan sekadar perayaan, tetapi aksi nyata untuk sesama,” ujar Agus. ***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.