RADAR JAKARTA | Jakarta — Dewan Pimpinan Nasional Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (DPN HKTI) menerima kunjungan delegasi Australia di kantor pusat HKTI, Rabu (23/4) siang. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan membahas isu strategis pertanian serta peluang kerja sama bilateral ke depan.
Delegasi Australia diterima langsung oleh Sekretaris Jenderal DPN HKTI, Manimbang Kahariady, mewakili Ketua Umum Fadli Zon. Ia didampingi oleh Wakil Ketua Umum Iriana Ekasari, Wakil Sekjen Subuh Prabowo, dan Ketua Bidang Hukum Remi.
Sementara itu, delegasi Australia terdiri atas Ms. Sue McCluskey (Special Representative for Australian Agriculture), Mr. Chris Williams (Assistant Director, International Strategic), Mr. Dane Roberts (Counsellor Agriculture), Ms. Katie McRoberts (Australia Farm Institute/AFI), Mr. Warwick Ragg (National Farmers’ Federation/NFF), dan Regia Ivonie dari Kedutaan Besar Australia.
Menurut Manimbang, pertemuan selama hampir satu setengah jam ini menjadi ajang pertukaran informasi dan pengalaman terkait sektor pertanian kedua negara, termasuk isu-isu penting seperti perubahan iklim, peningkatan produktivitas petani, dan pelibatan generasi muda dalam pertanian.
“Pertemuan ini menjadi kesempatan untuk bertukar informasi tentang pelaksanaan pertanian serta tantangan baik di level nasional maupun internasional. Kami juga membahas strategi mendorong keterlibatan generasi muda dalam sektor ini,” ujar Manimbang.
Ia juga mengusulkan potensi kerja sama dalam bidang pendidikan dan pelatihan pertanian bagi pemuda, guna meningkatkan produktivitas sekaligus menumbuhkan minat terhadap sektor ini.
Selain itu, Manimbang menyampaikan optimisme terhadap koordinasi kebijakan pertanian nasional dengan hadirnya Kementerian Koordinator Pangan yang dinilai dapat menyinergikan berbagai program lintas kementerian untuk kepentingan petani.
“Kita akan tindak lanjuti pertemuan ini dengan bentuk kerja sama konkret, terutama di bidang pelatihan dan pendidikan bagi petani,” tambahnya.
Wakil Ketua Umum DPN HKTI, Iriana Ekasari, menambahkan bahwa delegasi Australia tertarik mendapatkan perspektif langsung dari organisasi yang mewakili petani.
“Mereka sudah bertemu dengan berbagai pihak seperti CSIS, beberapa kementerian, dan IGB. Kini mereka ingin memahami pandangan petani secara langsung, dan HKTI menjadi rujukan utama,” ungkap Iriana.***
HKTI dan Australia Buka Peluang Kolaborasi Pelatihan untuk Petani Muda










