JAKARTA, Radarjakarta.id – Meningkatnya kesadaran akan pentingnya kelestarian lingkungan mendorong lahirnya berbagai inisiatif penghijauan. Salah satunya datang dari Hizrah Maulana, pendiri PT Bandar Pohon Indonesia, yang mengembangkan bisnis kontraktor lanskap dan pembibitan tanaman (nursery) dengan pendekatan ekologis sekaligus ekonomis.
Hizrah menjelaskan, perusahaan yang telah berjalan selama dua tahun ini fokus pada penyediaan jasa penataan lanskap, koleksi tanaman hias, hingga pohon peneduh. Layanannya mencakup berbagai kebutuhan, mulai dari hunian pribadi hingga proyek komersial dan tata kota.
“Bandar Pohon Indonesia hadir sebagai solusi penghijauan, baik untuk rumah, properti, hingga kawasan perkotaan. Kami ingin menghadirkan lingkungan yang lebih asri dan sehat,” ujar Hizrah dalam keterangannya di kawasan BSD, Tangerang Selatan, Senin (16/3).
Menurutnya, ketertarikan di bidang ini berangkat dari keprihatinan terhadap kerusakan lingkungan yang semakin masif. Ia menyoroti berkurangnya ruang terbuka hijau akibat pembangunan dan betonisasi yang berdampak pada penurunan kualitas tanah, air, dan udara.
Kondisi tersebut, lanjutnya, turut berkontribusi terhadap meningkatnya berbagai persoalan kesehatan, seperti infeksi saluran pernapasan (ISPA), yang semakin sering terjadi akibat buruknya kualitas udara.
“Ekosistem kita sudah tidak seimbang. Tanah kehilangan kesuburan, resapan air berkurang, dan udara semakin tercemar. Ini menjadi alarm bagi kita semua,” katanya.
Keprihatinan itu semakin menguat saat pandemi COVID-19, yang dinilai menjadi momentum refleksi bagi masyarakat untuk kembali memperhatikan keseimbangan alam.
Dalam praktiknya, Bandar Pohon Indonesia tidak hanya menjual tanaman, tetapi juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya penghijauan. Hizrah bahkan menyarankan komposisi ideal dalam pembangunan rumah, yakni 60 persen area hijau dan 40 persen bangunan guna menjaga kesehatan fisik dan mental penghuni.
Perusahaan ini juga aktif melakukan penyelamatan pohon dari berbagai daerah, seperti Sumbawa, Bima, hingga Papua. Pohon-pohon yang terancam ditebang dipindahkan dan dirawat kembali.
Dari sisi bisnis, respons pasar disebut sangat positif. Permintaan datang dari berbagai segmen, mulai dari perumahan, hotel, kafe, hingga proyek pemerintah. Sejumlah pengembang besar juga telah menjalin kerja sama dalam penyediaan dan penataan lanskap.
Untuk mendukung operasional, perusahaan mengembangkan lahan pembibitan seluas sekitar 20 hektare di Bogor. Selain itu, Bandar Pohon Indonesia turut memberdayakan masyarakat dengan membeli tanaman hasil budidaya warga guna memenuhi kebutuhan proyek.
Dalam pengelolaannya, perusahaan melibatkan tenaga ahli, termasuk lulusan dan pakar pertanian, untuk memastikan kualitas tanaman serta pengendalian hama yang optimal.
Hizrah menegaskan, selain sebagai peluang bisnis, gerakan penghijauan merupakan investasi jangka panjang bagi keberlanjutan lingkungan.
“Pohon bukan sekadar estetika, tetapi juga memberikan manfaat kesehatan. Karena itu, kami mengajak masyarakat untuk mulai menanam pohon dari sekarang,” ujarnya.
Ke depan, Bandar Pohon Indonesia menargetkan ekspansi pasar ke berbagai sektor, termasuk kawasan wisata dan pengembangan kota hijau, seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya lingkungan yang sehat dan berkelanjutan.











