RADAR JAKARTA|Polewali Mandar — Kabar mengejutkan datang dari Sulawesi Barat! Seekor sapi kurban berbobot 1,1 ton milik Presiden RI Prabowo Subianto tiba-tiba mati secara misterius, hanya beberapa minggu sebelum Hari Raya Idul Adha. Sapi berjenis simental itu sebelumnya telah dibeli resmi oleh pihak Istana seharga Rp125 juta untuk menjadi hewan kurban Presiden di Sulbar. Peristiwa ini langsung menggemparkan media sosial dan memicu spekulasi liar dari netizen!
Sapi super jumbo bernama Turbo itu ditemukan ambruk tak berdaya di kandangnya di Desa Kebunsari, Kecamatan Wonomulyo, pada Kamis pagi (15/5). Meski sempat disembelih darurat, nyawa Turbo tak tertolong. Kematian mendadak ini memunculkan dugaan serius: Apakah Turbo sengaja diracun?
“Saya masih sempat mandikan sendiri tadi pagi. Turbo kelihatan sehat dan lincah. Tapi tiba-tiba ambruk, menggelepar. Saya panik, langsung sembelih di kandang,” ujar Dedi Irawan, sang peternak yang terlihat syok saat diwawancarai.
Yang bikin publik makin geger, kematian ini terjadi hanya sehari setelah Dedi menandatangani perjanjian jual beli resmi dengan utusan Istana di Mamuju. Bahkan, ia baru saja mengikuti video konferensi bersama enam peternak lain, di mana sapinya diumumkan sebagai sapi terbaik perwakilan Sulbar untuk Presiden.
“Ini bukan cuma soal harga. Ini soal kehormatan. Sapiku dipilih Presiden! Tapi kenapa harus mati begini?” kata Dedi dengan nada pilu.
Pihak Dinas Peternakan setempat telah menurunkan tim dokter hewan untuk menyelidiki kemungkinan keracunan. Namun hingga kini belum ada kesimpulan pasti.
“Pakan yang diberikan ke Turbo sama dengan sapi-sapi lain di kandang. Tapi kenapa cuma dia yang mati? Kalau ini sabotase, semoga Tuhan yang balas,” ucap Dedi dengan nada geram, menyiratkan ada kemungkinan tindakan disengaja.
Kabar kematian Turbo langsung viral. Di media sosial, tagar #TurboMati dan #SapiPresiden jadi trending. Netizen pun bereaksi keras:
“Siapa berani main-main sama sapi Presiden?!”
“Ada yang nggak suka Prabowo berkurban di Sulbar?”
“Investigasi harus sampai tuntas! Jangan ada yang ditutup-tutupi!”
Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Polman, Samio, memastikan akan mencari pengganti Turbo secepat mungkin agar kurban Presiden tetap terlaksana.
“Kita harus cari sapi pengganti. Tapi jelas, kasus ini sangat luar biasa dan harus diusut tuntas,” tegasnya.
Sementara itu, rencana Dedi untuk mengembangkan bisnis penggemukan sapi kandas. Transfer dari pihak Istana otomatis batal akibat kematian mendadak ini.
Tragis, dramatis, dan penuh tanda tanya kematian Turbo kini bukan sekadar insiden peternakan. Ia telah berubah menjadi peristiwa nasional yang menyita perhatian publik. Semua mata kini tertuju ke Polewali Mandar: apa sebenarnya yang terjadi di balik kematian sapi Presiden? (*)
HEBOH! Sapi Kurban Presiden Prabowo Tiba-Tiba Mati Sebelum Idul Adha, Diduga Diracun










