BANYUWANGI , Radarjakarta.id – Sebuah video mengejutkan viral di media sosial, menampilkan seorang biduan berbaju hitam dengan pakaian minim berjoget erotis di atas panggung peringatan Isra Miraj di Desa Parangharjo, Kecamatan Songgon, Banyuwangi, Jawa Timur. Adegan ini langsung memicu gelombang kecaman dari masyarakat hingga ormas Islam setempat.
Dalam video yang beredar, biduan tersebut terlihat menari dengan gerakan sensual, diiringi pemusik berpakaian islami. Bahkan seorang pria sempat naik ke panggung dan berjoget bersama penyanyi itu. Sementara seorang penyanyi lain juga duduk di sisi panggung, berpakaian minim menunggu giliran. Masyarakat pun ramai menanggapi video ini dengan nada kecewa.
Menanggapi kontroversi, Ketua Panitia, Muhammad Hadiyanto, mengeluarkan permintaan maaf. Ia menegaskan, “Aksi joget itu terjadi setelah acara utama Isra Miraj selesai dan seluruh kiai serta undangan tidak ada di lokasi. Murni untuk hiburan panitia saat bersih-bersih.”
Namun, tanggapan keras datang dari MUI Banyuwangi. Wakil Ketua Umum Sunandi Zubaidi menilai aksi biduan tersebut sebagai penistaan agama. “Perbuatan mulia seperti Isra Miraj tidak seharusnya dicampur dengan aktivitas yang mempertontonkan aurat dan tarian erotis. Perlu teguran keras agar tidak jadi contoh buruk,” tegasnya, kepada wartawan, Minggu (19/1). MUI pun telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk meminta klarifikasi panitia.
Kejadian ini menimbulkan perdebatan sengit. Sebagian warga menilai hiburan tersebut wajar karena digelar setelah acara resmi, namun banyak yang menyoroti sensitivitas momen keagamaan yang seharusnya dijaga.
Video ini kini menjadi sorotan nasional, memicu diskusi panas soal batasan hiburan dan penghormatan terhadap peringatan keagamaan di Indonesia.|Harno*











