Heboh! Aksi Polisi Gerebek Diduga Kurir Sabu di Tolitoli, Ternyata Cuma Gula Pasir

banner 468x60

TOLITOLI, Radarjakarta.id — Aksi dramatis bak film laga terjadi di depan SPBU Kota Tolitoli, Jumat (14/6), sekitar pukul 11.00 WITA. Sebuah video menegangkan memperlihatkan polisi bersenjata lengkap menyergap dua pria dari dalam mobil Avanza silver. Namun, hasil penggerebekan itu justru mengejutkan: bukan sabu, melainkan dua kilogram gula pasir yang dibungkus menyerupai narkoba!

Rekaman video berdurasi hampir satu menit itu langsung viral di media sosial. Polisi berpakaian preman tampak mengacungkan senjata ke arah kendaraan, menghentikan mobil dengan gaya undercover. Dua pria berinisial EC (43) dan SF (21) dipaksa keluar, diborgol, dan duduk di trotoar. Sebuah paket besar dalam kardus cokelat yang diduga berisi sabu disita di tempat.

Namun, saat paket dibuka, publik dibuat terkejut: isi paket bukan narkoba, melainkan gula pasir biasa yang dibungkus rapi dan dilakban menyerupai sabu-sabu.

“Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, ternyata isinya hanya dua kilogram gula pasir. Tidak ditemukan satu pun narkotika,” ujar Kasi Humas Polres Tolitoli, Iptu Budi Atmojo, Minggu (22/6/2025).

Dikirimi Instruksi Lewat Voice Note: “Beli Gula dan Bungkus Mirip Sabu”

Budi menjelaskan, penggerebekan bermula dari informasi bahwa akan terjadi transaksi narkotika di kawasan tersebut. Kedua pria yang ditangkap disebut mendapat perintah dari seseorang berinisial SW untuk membeli gula pasir dan membungkusnya seperti sabu.

Dari hasil pemeriksaan ponsel pelaku, penyidik menemukan rekaman suara dan video perintah dari SW, yang mengarahkan EC dan SF untuk membeli dua kilogram gula dan membungkusnya menyerupai paket sabu-sabu.

“Modus ini diduga bertujuan untuk menipu calon pembeli sabu. Tapi malah gagal karena calon pembeli curiga dan lebih dulu melapor ke polisi,” kata Kasat Narkoba Polres Tolitoli, Iptu Herman Yoseph.

Diduga Jaringan Internasional, Bandar dari Malaysia Terlibat

Keterangan mengejutkan datang dari polisi: dalang di balik skema “gula jadi sabu” ini diduga bandar sabu asal Malaysia. Modus baru ini dianggap sebagai bentuk penipuan antar sindikat narkotika, dengan memanfaatkan paket tiruan guna mengelabui pembeli.

“Ini bukan sekadar prank. Ada indikasi kuat upaya penipuan bernilai Rp 100 juta. Pelaku diarahkan langsung oleh bandar asal Malaysia,” ujar Yoseph.

Tak Bisa Dijerat UU Narkotika, Tapi Tetap Diincar

Karena tak ada unsur narkotika yang ditemukan, kedua pria tersebut tidak dapat dikenakan pasal narkoba. Namun mereka tetap dijerat dengan Pasal 131 KUHP tentang mengetahui tindak pidana tetapi tidak melaporkannya. Kini, keduanya masih dalam pengawasan polisi.

“Kami masih melakukan pendalaman. Kasus ini belum selesai. Keterlibatan pihak luar negeri sedang kami telusuri,” tegas Yoseph.

Netizen: Polisi Kecele, Bandar Kena Skakmat!

Publik pun ramai mengomentari aksi yang kini dijuluki “Operasi Sabu Gula”. Banyak warganet menyindir polisi kecele dan gagal fokus.

“Dikira sabu, eh… ternyata gula! Kacian deh lo…” tulis salah satu pengguna Instagram disertai emoticon tertawa.

“Bukan hanya polisi yang kena prank, tapi bandar juga mau nipu pembeli. Plot twist-nya dahsyat!” sambung netizen lain.

Video penyergapan ini telah ditonton ratusan ribu kali dan menjadi topik hangat di berbagai platform medsos. Aparat kini fokus membongkar jaringan yang diduga menyebarkan modus “sabu palsu” guna menipu pasar narkoba.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.