RADAR JAKARTA|Jakarta – Setelah mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa, harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk. (Antam) akhirnya terkoreksi. Pada perdagangan Jumat ini, harga emas Antam turun Rp10.000 menjadi Rp1.965.000 per gram, menurut data dari situs resmi Logam Mulia.
Koreksi ini terjadi seiring dengan pelemahan harga emas dunia yang turun 0,47% menjadi US$3.327,54 per troy ons, berdasarkan data Refinitiv. Penurunan harga juga dipicu oleh aksi ambil untung para investor menjelang libur panjang Paskah, yang membuat pasar tutup pada Jumat ini.
Koreksi Sehat Setelah Reli Spektakuler
David Morrison, analis senior dari Trade Nation, menyebut lonjakan emas minggu ini — yang mencapai US$100 hanya dalam satu hari — sebagai “blowoff top”, yaitu lonjakan tajam sebelum koreksi signifikan.
“Emas naik 13% atau US$360 hanya dalam seminggu. Wajar jika sekarang terkoreksi. Indikator teknikal menunjukkan kondisi overbought ekstrem, mirip April 2011 sebelum puncak harga sebelumnya,” ujar Morrison.
Meski begitu, ia menegaskan koreksi ini belum menandai akhir dari tren naik, namun menjadi sinyal bagi investor untuk lebih berhati-hati.
Dolar Melemah, Emas Masih Punya Tenaga
Ketahanan harga emas juga didorong oleh melemahnya dolar AS, yang diperkirakan akan menutup pekan ini di posisi terendah tiga tahun, yakni 99,49 poin. Christopher Vecchio dari Tastylive.com menyebut bahwa ketidakpastian kebijakan perdagangan era Presiden Donald Trump turut berkontribusi pada pelemahan ini.
“Kita telah bergerak dari Pax Americana ke era America First dengan aturan baru yang berdampak pada pasar global,” kata Vecchio.
Analis mata uang dari Brown Brothers Harriman, Win Thin, juga menyebutkan hilangnya kepercayaan terhadap pembuat kebijakan AS sebagai pemicu utama pelemahan dolar. “Setiap pemulihan dolar kami anggap rapuh, apapun kondisi data ekonomi AS,” tegasnya.
Ancaman Resesi dan Ketegangan Global Jadi Katalis Emas
Reli emas yang menguat 28% sejak awal tahun dipicu kekhawatiran akan resesi global dan ketegangan dagang antara AS dan China. Menurut Lukman Otunuga dari FXTM, logam mulia masih menjadi aset pelindung utama dalam ketidakpastian ini.
Namun, ia mengingatkan potensi koreksi teknikal dalam waktu dekat. “Jika koreksi terjadi, harga bisa turun ke kisaran US$3.250 atau bahkan US$3.140 per troy ons. Tapi jika US$3.300 bertahan sebagai support, harga bisa kembali menanjak ke US$3.400,” jelasnya.
Faktor Geopolitik dan Kebijakan Moneter Jadi Sorotan
Kritik tajam Presiden Trump terhadap Ketua The Fed, Jerome Powell, menambah panas suasana. Lewat media sosial, Trump menyebut Powell “selalu terlambat dan salah” serta menyatakan pemecatannya tak bisa datang cukup cepat.
Sementara itu, Bank Sentral Eropa justru memangkas suku bunga pada hari Kamis dan memberi sinyal pelonggaran lanjutan, memperkuat posisi emas sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian kebijakan.
Harga Emas Antam Turun, Buyback Juga Terkoreksi
Harga buyback atau jual kembali emas Antam hari ini juga turun Rp10.000 menjadi Rp1.814.000 per gram. Sesuai peraturan terbaru, transaksi buyback di atas Rp10 juta dikenai PPh 22 sebesar 1,5% dengan penggunaan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebagai NPWP.
Sementara itu, untuk pembelian, dikenakan PPh 22 sebesar 0,45% bagi pemilik NPWP dan 0,9% untuk non-NPWP. Setiap transaksi disertai bukti potong pajak.
Harga Emas Batangan Antam Hari Ini:
0,5 gram: Rp1.032.500
1 gram: Rp1.965.000
5 gram: Rp9.600.000
10 gram: Rp19.145.000
25 gram: Rp47.737.000
100 gram: Rp190.712.000
1 kg: Rp1.905.600.000
| Andi Farida*










