DEPOK, Radarjakarta.id – Kehamilan ketiga Assyifa Nuraini, adik kandung pedangdut Ayu Ting Ting, justru berubah menjadi badai hujatan. Alih-alih doa dan ucapan selamat, Syifa malah diseret isu “numpang hidup” dan dituding menikmati hidup tanpa beban karena dibiayai sang kakak.
Api bermula dari judul berita viral yang memicu kemarahan Syifa. Dalam unggahan tersebut, kehamilannya dipelintir dengan narasi menyakitkan, seolah ia hidup nyaman karena bergantung penuh pada Ayu Ting Ting. Judul itu pun langsung menyulut emosi Syifa hingga meluap ke media sosial.
“PUAS LO SEMUA!” tulis Syifa dengan huruf kapital, menandakan amarah yang tak lagi bisa dibendung.
“Iya emang kenapa sih gue hamil lagi? Kalian yang repot? Emang gue numpang hidup sama lo semua? Suami gue kerja, bukan pengangguran!” tegasnya.
Syifa menolak keras anggapan bahwa dirinya dan sang suami, Nanda Fachrizal, hidup dari popularitas Ayu. Ia menegaskan, kehamilan dan jumlah anak adalah urusan pribadinya, bukan konsumsi publik untuk dihakimi seenaknya.
Dalam unggahan lain, Syifa kembali meluapkan kekecewaan. Ia menilai sebagian netizen hanya iri dan gemar mencampuri kehidupan orang lain.
Menurutnya, jika ia bisa berlibur bersama sang kakak, itu adalah rezeki keluarga, bukan aib untuk dipermalukan.
“Gue diajak ke luar negeri sama kakak kandung gue. Itu rezeki gue. Pada iri aja lo semua,” tulisnya tajam.
Tak tinggal diam, Ayu Ting Ting langsung turun tangan. Sang biduanita dengan lantang membela adiknya dan menegur keras netizen yang dinilainya sudah kelewat batas.
“Udah 2026, masih aja ngurusin hidup orang. Emang kenapa adek gue hamil lagi? Orang hamil malah diusilin. Keterlaluan!” ujar Ayu dalam unggahan Instagram-nya.
Bahkan, demi mematahkan tudingan “numpang hidup”, Ayu sempat meminta iparnya, Nanda Fachrizal, untuk mengirim foto saat bekerja di kantor. Langkah itu disebut Ayu sebagai cara menampar balik komentar miring yang terus menyerang keluarganya.
“Biar orang tahu lu tuh ngantor,” kata Ayu, setengah serius, setengah menyindir.
Meski namanya ikut terseret, Nanda memilih sikap tenang. Ia enggan pamer atau membuktikan diri secara berlebihan, namun tetap mendukung langkah Ayu untuk menghentikan fitnah yang terus bergulir.
Di tengah hiruk-pikuk hujatan, kisah ini kembali menyoroti kerasnya dunia media sosial, terutama bagi perempuan hamil. Sejumlah studi menyebut stres selama kehamilan dapat berdampak serius, bukan hanya pada ibu, tetapi juga pada perkembangan janin. Bullying digital yang dianggap sepele nyatanya bisa meninggalkan luka psikologis mendalam.
Psikolog asal Amerika Serikat, Susan Newman, Ph.D, menyarankan korban hujatan untuk tidak larut dalam komentar negatif. Menurutnya, terlalu memikirkan kritik justru memberi kepuasan bagi pelaku bullying.
Kasus Syifa menjadi cermin betapa komentar liar netizen bisa berubah menjadi tekanan mental yang nyata.
Di awal 2026 ini, keluarga Ayu Ting Ting berharap publik bisa lebih dewasa, berhenti menghakimi, dan mulai belajar menghargai batas kehidupan pribadi orang lain.
“2026, maju dong. Jangan stuck di situ-situ aja,” pungkas Ayu.***











