Optimisme Ekonomi dan Kepemimpinan Visioner
Haidar Alwi menilai bahwa di tengah derasnya informasi negatif dan provokasi politik, masyarakat perlu dibekali dengan literasi ekonomi yang kuat agar tidak mudah panik terhadap isu-isu fiskal. Menurut Haidar Alwi, banyak pihak menggunakan angka utang sebagai alat propaganda untuk menciptakan kesan ketidakstabilan, padahal data justru menunjukkan sebaliknya.
“Politik ketakutan itu tidak membangun. Ia hanya melemahkan kepercayaan publik pada pemerintah, dan pada akhirnya, menurunkan moral bangsa,” ungkap Haidar Alwi.
Haidar Alwi menambahkan bahwa yang harus dikedepankan adalah pendidikan ekonomi publik, bukan manipulasi opini. Baginya, rasionalitas adalah benteng terakhir Republik. Ekonomi yang tumbuh harus dijaga dengan akal sehat, bukan dengan teriakan dan tuduhan.
“Rakyat harus diajak berpikir, bukan digiring untuk takut. Karena ketika rakyat paham, mereka akan ikut menjaga stabilitas bersama,” ujar Haidar Alwi.
Haidar Alwi juga menyampaikan apresiasi terhadap langkah Presiden Prabowo Subianto yang menjaga arah kebijakan ekonomi tetap pro-rakyat dan pro-produksi. Menurutnya, sinergi antara Presiden dan Menteri Keuangan menjadi modal penting untuk memastikan pertumbuhan ekonomi 2026 tetap berada di atas 5 persen, dengan inflasi terkendali.
“Kepemimpinan yang tenang, ilmiah, dan visioner, didukung oleh data rasional, seperti ini yang membuat Indonesia tidak mudah goyah oleh goncangan global,” jelas Haidar Alwi.
Di sisi lain, Haidar juga mengingatkan bahwa keberhasilan fiskal bukan hanya soal menjaga angka, tapi juga soal menjaga moral pembangunan. Haidar Alwi menilai bahwa pengelolaan ekonomi harus selalu berpijak pada prinsip keadilan sosial dan kesejahteraan rakyat. “Negara ini harus terus berutang pada cita-cita, bukan pada kepentingan politik,” kata Haidar.
Rasionalitas Adalah Fondasi Republik
Bangsa yang hebat adalah bangsa yang berpikir dengan akal sehat dan bertindak dengan moral yang lurus. “Bangsa ini tidak akan tumbuh karena rasa takut, tapi karena kecerdasan. Ekonomi tidak akan maju karena teriakan, tapi karena kerja, data, dan niat yang lurus,” ujar Haidar Alwi.
Haidar Alwi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh narasi negatif yang hanya ingin menurunkan kepercayaan publik terhadap pemerintah.
“Politik ketakutan hanya akan membuat bangsa kecil di hadapan tantangan besar. Tapi dengan rasionalitas dan optimisme, Indonesia akan tetap berdiri tegak sebagai bangsa yang berdaulat dan bermartabat,” pungkas Haidar Alwi.|Bemby











