Haidar Alwi: Rakyat Bantu Rakyat Menjadi Fondasi Ekonomi Purbaya dan Polri Presisi

Haidar Alwi
banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id – R. Haidar Alwi, pendiri Haidar Alwi Care dan Haidar Alwi Institute, meyakini bahwa kekuatan bangsa Indonesia lahir dari keselarasan antara rakyat dan negara.

Bagi Haidar Alwi, pembangunan bukan hanya soal angka pertumbuhan atau besarnya investasi, melainkan bagaimana solidaritas sosial rakyat, kebijakan fiskal yang tepat, ketahanan pangan, dan stabilitas keamanan bisa berjalan dalam satu irama.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

“Rakyat adalah pondasi, negara adalah atap. Keduanya harus menyatu agar rumah besar Indonesia tetap kokoh,” ucap Haidar Alwi.

Rakyat Bantu Rakyat: Dua Juta Anak Yatim sebagai Fondasi Moral

Gerakan Rakyat Bantu Rakyat yang dijalankan Haidar Alwi Care menghadirkan program santunan dua juta anak yatim. Haidar Alwi menegaskan bahwa program ini adalah investasi moral jangka panjang untuk menyiapkan generasi tangguh.

“Mereka bukan objek belas kasihan, mereka adalah calon pemimpin bangsa yang harus kita siapkan sejak dini,” kata Haidar Alwi.

Solidaritas sosial ini menghidupkan kembali semangat gotong royong yang menjadi ciri khas Indonesia. Ketika rakyat saling menopang, negara akan lebih mudah menyalurkan kebijakan yang besar dan bermanfaat luas.

“Solidaritas sosial inilah yang menjadi bahan bakar kebijakan negara. Tanpa rakyat yang kuat, negara akan goyah,” tegas Haidar Alwi.

Karena itu, langkah pemerintah dalam mengelola ekonomi harus berjalan di atas fondasi rakyat yang kokoh. Inilah mengapa kebijakan fiskal di bawah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjadi sangat penting untuk memastikan arah pembangunan tetap berpijak pada kebutuhan rakyat.

Sinergi Pemerintahan Prabowo dan Kebijakan Ekonomi Purbaya

Presiden Prabowo Subianto menghadirkan arah baru dengan menekankan kedaulatan, kemandirian, dan pertumbuhan yang berkualitas. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, adik kelas Haidar Alwi di ITB, menyalurkan semangat tersebut ke dalam kebijakan fiskal. Ia menargetkan pertumbuhan tinggi yang bukan sekadar angka, melainkan janji kesejahteraan bagi seluruh rakyat.

“Pertumbuhan 8 persen bukan sekadar target, tetapi janji agar dapur rakyat tetap mengepul dan anak-anak bisa sekolah dengan tenang,” ujar Haidar Alwi.

Kolaborasi antara visi Presiden Prabowo dan kebijakan fiskal Purbaya berpadu dengan energi rakyat. Kebijakan negara diperkuat oleh solidaritas masyarakat, sementara masyarakat merasa lebih percaya diri karena negara hadir dengan solusi.

“Ekonomi yang kokoh hanya lahir jika rakyat, pemerintah, dan fiskal saling menopang,” tutur Haidar Alwi.

Pertumbuhan itu tentu tidak bisa dilepaskan dari pilar pangan yang kuat. Sebab tanpa pangan yang terjamin, pertumbuhan hanya akan menjadi angka semu.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.