Haidar Alwi: Polri dalam Arsitektur National Energy Security dan Ancaman Hybrid Warfare

Haidar Alwi
banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id – Lonjakan harga energi global, ketegangan geopolitik, serta tekanan terhadap rantai pasok telah menempatkan Indonesia dalam situasi yang tidak sepenuhnya aman. Ketergantungan pada energi impor dan tekanan terhadap APBN menunjukkan bahwa stabilitas energi nasional saat ini berada dalam kondisi yang rentan, meski di permukaan terlihat terkendali.

Masalahnya, energi hari ini tidak lagi bisa dipahami sebagai isu ekonomi semata. Ia telah bergeser menjadi bagian dari sistem keamanan nasional. Ketika energi terganggu, dampaknya tidak berhenti pada harga atau pasokan, tetapi menjalar ke stabilitas sosial, daya beli masyarakat, hingga legitimasi negara itu sendiri.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Ir. R. Haidar Alwi, MT – Presiden Haidar Alwi Care dan Haidar Alwi Institute, serta Dewan Pembina Ikatan Alumni ITB, menegaskan bahwa energi adalah fondasi utama negara modern.

“Energi bukan hanya soal pasokan dan harga. Ia adalah sistem yang menopang stabilitas negara. Ketika energi terganggu, maka yang runtuh bukan hanya ekonomi, tetapi kepercayaan publik, ketenangan sosial, dan bahkan legitimasi kekuasaan. Di titik itu, negara sedang diuji, apakah memiliki sistem yang mampu menahan tekanan atau justru ikut terguncang,” tegas Haidar Alwi.

Kesadaran ini membawa satu kesimpulan mendasar: menjaga energi berarti menjaga stabilitas negara. Dan stabilitas itu tidak pernah berdiri sendiri, ia selalu dijaga oleh sistem keamanan yang bekerja di balik layar.

Arsitektur National Energy Security dan Peran Strategis Polri

Dalam kerangka national energy security, energi merupakan strategic asset yang menentukan daya tahan negara dalam menghadapi tekanan global. Ketergantungan terhadap pasokan eksternal menciptakan kerentanan struktural, karena stabilitas nasional menjadi sangat dipengaruhi oleh dinamika yang tidak sepenuhnya bisa dikendalikan.

Di titik inilah peran Polri menjadi krusial. Pengamanan Objek Vital Energi Nasional, mulai dari kilang minyak, jaringan listrik, hingga distribusi energi, bukan sekadar tugas pengamanan biasa, tetapi bagian dari menjaga agar sistem kehidupan negara tetap berjalan normal.

Jenderal Listyo Sigit Prabowo memegang peran strategis sebagai stabilizer dalam sistem ini. Kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menempatkan Polri tidak hanya sebagai penjaga ketertiban, tetapi sebagai pengendali stabilitas yang memastikan energi tetap mengalir tanpa gangguan.

“Stabilitas energi yang dirasakan masyarakat hari ini bukan sesuatu yang terjadi secara alami. Ia dijaga. Ada sistem yang bekerja, ada pengamanan yang memastikan distribusi tidak terganggu. Dalam konteks itu, peran Polri menjadi sangat menentukan karena mereka menjaga titik-titik paling krusial dalam sistem energi nasional,” jelas Haidar Alwi.

Ketika masyarakat melihat listrik menyala dan BBM tersedia, yang terlihat adalah hasilnya, bukan sistem yang menjaganya.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.