Polri sebagai Penyangga Sunyi Ketertiban Informasi
Dalam arsitektur negara, Polri memikul mandat menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Di era digital, mandat itu meluas ke ruang informasi. Ketertiban sosial hari ini tidak hanya ditentukan oleh kondisi fisik, tetapi juga oleh stabilitas narasi di ruang publik digital.
Peran ini menuntut kehadiran yang tenang. Bukan hadir sebagai sensor, melainkan sebagai penyangga sunyi yang mencegah kebisingan berubah menjadi konflik. Pendekatan prediktif dan edukatif menjadi kunci agar risiko berhenti di hulu. Ketika pengawasan berjalan tepat, publik merasakan ketenangan, bukan karena takut, melainkan karena percaya.
Arah ini bertumpu pada kepemimpinan yang mengonsolidasikan makna. Di bawah kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Polri diarahkan bekerja presisi: membaca pola, bertindak terukur, dan menjelaskan kepada publik dengan bahasa yang membumi. Keamanan ditempatkan sebagai hasil kolaborasi, bukan paksaan.
Dalam konteks sosial yang lebih luas, Haidar Alwi juga dikenal sebagai pencetus Gerakan Nasional Rakyat Bantu Rakyat, yang menegaskan bahwa literasi publik dan solidaritas sosial adalah fondasi ketahanan bangsa. Negara yang kuat berdiri di atas kesadaran warganya, bukan di atas ketakutan.
“Pengawasan yang beradab adalah pengawasan yang membuat masyarakat merasa dilindungi, bukan dicurigai. Ketika negara hadir dengan ketenangan, media bekerja dengan etika, dan aparat menjaga keseimbangan, ruang digital menjadi sarana pencerdasan,” kata Haidar Alwi.
Pada akhirnya, digitalisasi informasi tidak bisa dihentikan. Namun ketertiban hidup dapat dirawat. KUHP KUHAP baru menyediakan kerangka. Polri menjaga pelaksanaannya dengan ketenangan. Media dan kreator konten memikul tanggung jawab etik. Ketika semua bekerja serempak, negara hadir tanpa berisik, dan rakyat menjalani hidup dengan rasa aman yang utuh.
“Kekuatan negara modern tidak diukur dari seberapa keras ia mengendalikan informasi, melainkan dari seberapa tenang rakyat menjalani hidupnya di tengah arus informasi yang terus bergerak,” pungkas Haidar Alwi.











