Haidar Alwi: Menolak Lupa Jasa Polri, Presisi Menjadi Pilar Kehormatan Bangsa

banner 468x60

Selain itu, Polri menghadang ancaman terorisme. Ratusan rencana pengeboman berhasil digagalkan Densus 88, menyelamatkan ribuan nyawa. Jasa yang tak terlihat ini sering lebih besar nilainya ketimbang sekadar mengusut kasus setelah kejadian.

Polri juga menjadi benteng menghadapi kejahatan transnasional: narkotika, perdagangan orang, hingga judi online bernilai triliunan rupiah. Melalui koordinasi dengan PPATK, OJK, dan Kominfo, aliran dana haram diputus dan jaringan kriminal dibongkar.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

“Prestasi-prestasi ini tidak boleh dipandang kecil. Polri ada di setiap titik rawan, dari TPS sampai jalur laut, dari dunia maya hingga kampung-kampung. Semua itu bagian dari pengabdian sunyi yang sering tidak dilihat publik,” jelas Haidar Alwi.

Dalam bidang kemanusiaan, Polri menunjukkan keberpihakan pada rakyat. Unit PPA mendampingi korban kekerasan perempuan dan anak, memastikan pelaku tidak lolos dari hukum. Dalam bencana alam, Polri berdiri di garis depan mengevakuasi korban, menjaga jalur distribusi bantuan, hingga mengatur ketertiban di tengah kepanikan. Objek vital negara, bandara, pelabuhan, kilang minyak, jalur tol, hingga pembangkit listrik, juga terlindungi berkat penjagaan aparat.

Tidak berhenti di situ, Polri bertransformasi melalui inovasi layanan publik: SIM online, SKCK online, SPKT digital, hingga kanal aduan berbasis aplikasi. ETLE digital diterapkan untuk menekan pungli dan meningkatkan disiplin lalu lintas. Bahkan di desa-desa, bhabinkamtibmas hadir sebagai mediator konflik, pembina pemuda, dan pendamping UMKM.

Haidar Alwi mengingatkan, kiprah Polri juga hadir di panggung internasional. Keamanan KTT G20, ASEAN Summit, hingga misi perdamaian PBB tidak lepas dari kerja aparat kepolisian. Bahkan Malaysia memberikan penghargaan kepada Polri atas kontribusinya dalam kerja sama keamanan lintas negara. Penghormatan global ini adalah bukti bahwa Polri diakui bukan hanya di negeri sendiri, tetapi juga di mata dunia.

Presisi: Pilar Kehormatan Bangsa

Bagi Haidar Alwi, pengabdian Polri adalah perjalanan panjang dari generasi ke generasi Kapolri. Setiap era memiliki tantangan dan pengorbanannya sendiri. Kini, tonggak baru lahir di bawah kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit Prabowo melalui konsep Presisi: Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan.

Presisi, bukan sekadar jargon, melainkan wujud reformasi nyata. Layanan digital yang makin cepat, penegakan hukum berbasis teknologi, dan transparansi perkara adalah bukti bahwa Polri tidak berhenti berbenah. Menurut Haidar Alwi, era Presisi memperlihatkan bahwa Polri mampu menyeimbangkan profesionalitas dan kedekatan dengan rakyat.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit bersama jajaran Presisi telah menunjukkan bahwa Polri bisa profesional, humanis, dan responsif. Haidar Alwi menilai apresiasi atas kinerja mereka adalah bentuk penghormatan bangsa terhadap pengabdian yang tak terbantahkan.

Bangsa yang adil adalah bangsa yang berani mengakui jasa aparatnya. Kritik boleh, koreksi harus, tetapi penghargaan tidak boleh hilang.

“Menolak lupa jasa Polri berarti menjaga kewarasan bangsa. Jika kita terus menghapus pengorbanan mereka, sama saja kita sedang merobohkan pilar rumah kita sendiri,” pungkas Haidar Alwi.|Bemby*

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.