Haidar Alwi: Membaca Peran Polri Secara Lebih Jernih dalam Menjaga Indonesia

Haidar Alwi
banner 468x60

Pengabdian Sunyi Polisi di Balik Stabilitas Masyarakat

Jika dilihat lebih dekat, kehidupan aparat di lapangan sebenarnya jauh dari gambaran yang sering muncul di media sosial. Polisi bekerja dalam ritme yang tidak mengenal jam kerja konvensional. Mereka bertugas ketika masyarakat tidur, berjaga ketika orang lain beristirahat, dan sering kali meninggalkan keluarga demi menjalankan tugas negara.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Pada bulan Ramadhan misalnya, masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang, berbuka puasa bersama keluarga, dan melaksanakan salat tarawih tanpa gangguan. Namun di saat yang sama ada polisi yang berjaga di jalan, mengatur lalu lintas di sekitar masjid, dan memastikan kegiatan masyarakat berlangsung aman.

“Dalam psikologi moral ada konsep prosocial duty, yaitu dorongan seseorang untuk melindungi kepentingan orang lain meskipun harus mengorbankan kenyamanan pribadi. Profesi kepolisian berdiri di atas prinsip itu. Mereka bekerja agar masyarakat dapat hidup dengan rasa aman, walaupun pengorbanan tersebut sering tidak terlihat,” ujar Haidar Alwi.

Pengabdian seperti ini jarang menjadi berita utama. Polisi hadir saat terjadi bencana alam, membantu evakuasi korban kecelakaan, hingga meredam konflik sosial di masyarakat sebelum berubah menjadi kekerasan yang lebih besar. Banyak keberhasilan seperti ini tidak pernah masuk ke ruang pemberitaan, tetapi justru di situlah stabilitas masyarakat dijaga.

Presisi dan Tantangan Membangun Kepercayaan Publik

Sejak Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menjabat Kapolri pada tahun 2021, Polri diarahkan melalui konsep Presisi: Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan. Konsep ini bertujuan membangun kepolisian yang lebih profesional, modern, serta mampu membaca potensi gangguan keamanan sebelum berkembang menjadi krisis.

Pendekatan ini menegaskan bahwa keberhasilan kepolisian tidak hanya diukur dari jumlah kasus yang ditangani, tetapi juga dari kemampuan mencegah masalah sebelum terjadi. Dalam manajemen keamanan modern, pencegahan selalu dianggap sebagai strategi paling efektif untuk menjaga stabilitas masyarakat.

“Kepercayaan publik terhadap aparat keamanan tidak lahir dalam satu hari. Ia tumbuh dari konsistensi, transparansi, dan keberanian untuk terus memperbaiki diri. Dalam teori institusi modern, legitimasi sebuah lembaga negara lahir ketika masyarakat melihat kesungguhan untuk melayani kepentingan publik,” tegas Haidar Alwi.

Sebagai pencetus Gerakan Nasional Rakyat Bantu Rakyat, Haidar Alwi menilai bahwa hubungan antara masyarakat dan aparat keamanan harus dibangun di atas rasa saling memahami. Polisi membutuhkan dukungan masyarakat untuk menjalankan tugasnya secara efektif, sementara masyarakat membutuhkan aparat yang profesional untuk menjaga keamanan bersama.

“Negara yang stabil bukanlah negara yang bebas dari kritik, tetapi negara yang mampu menjaga keseimbangan antara kebebasan dan ketertiban. Polisi bukan malaikat yang tanpa kekurangan, tetapi tanpa keberadaan mereka rasa aman yang kita nikmati setiap hari akan jauh lebih rapuh. Karena itu membangun kepercayaan antara rakyat dan aparat adalah bagian penting dari menjaga masa depan Indonesia,” pungkas Haidar Alwi.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.