Dengan bertaruh nyawa karena diincar Belanda, maka bendera dibawanya dengan hati hati agar tidak jatuh ke tangan Belanda. Karena bendera adalah simbol kehormatan negara.
Untuk mengelabui Belanda, maka Sayid Husin membuka jahitan bendera menjadi dua, hingga terlihat seperti kain berwarna merah dan putih agar tidak diketahui oleh Belanda.
Kelak Sayid Husin terkenal sebagai pengarang banyak lagu-lagu kebangsaan seperti lagu Syukur, Hari Merdeka, Diragahayu Indonesia-ku dan lain lain.
Belum lagi Sayid Idrus bin Salim Al Jufri (Palu) dan Sayid Muhsin bin Abdullah Assegaf (Solo) yang menulis syair tentang kemerdekaan Indonesia.
Dan masih banyak peran para Sayid dalam perang fisik melawan penjajah. Jika ada nama yang belum disebut silahkan tambahkan nama-nama pejuang dari sadah Alawi…terima kasih !!
Dan untuk oknum kyai tersebut, saya hanya bisa bertanya ‘Ente sudah buat apa untuk negeri ini?
Maaf, ente hanya bisa bikin keributan, fitnah, adu domba, dan menebar kebencian dengan modus SARA (Suku Agama Ras). Ente tak ubahnya duri dalam daging persatuan NKRI !!
Saya tak peduli orang percaya atau tidak sama nasab saya. Percaya silahkan, tidak percaya silahkan. Jika ada oknum sayid yang berbuat buruk jangan digeneralisir semua buruk. Jika saya berbuat buruk, maka jangan disamakan semua sayid buruk seperti saya.
Ambil yang baik dan tinggalkan segala fitnah,kebencian dan adu domba. Jaga NKRI ini dengan akal, hati, perbuatan dan doa doa kita.
Mudah-mudajan Allah SWT memberikan kepada kita hidayah dan hati yang bersih agar kita selamat di dunia dan akhirat. Aamin
Catatan: Memiliki hati yang bersih seperti menghirup udara segar di pegunungan dan menjadi sebab sehatnya akal,hati dan badan. Hati yang buruk ibarat menghirup polusi udara dan berpotensi merusak badan. Semoga bermanfaat.|Ojay*











