Kedaulatan Energi Adalah Fondasi Kemerdekaan
Di tengah dinamika tersebut, Haidar Alwi menilai dunia sedang bergerak menuju tatanan geopolitik yang semakin multipolar. Dominasi tunggal dalam sistem global perlahan mulai bergeser seiring munculnya negara-negara yang berusaha membangun kemandirian energi, teknologi, dan ekonomi.
Dalam situasi seperti ini, kemampuan suatu negara untuk mengelola sumber daya alamnya sendiri menjadi faktor penentu kekuatan nasional. Negara yang mampu menjaga kedaulatan energi dan mengendalikan arah kebijakan ekonominya akan memiliki posisi tawar yang jauh lebih kuat dalam percaturan global.
Sebagai pencetus Gerakan Nasional Rakyat Bantu Rakyat, Haidar Alwi menegaskan bahwa pelajaran terbesar dari dinamika Iran bukan sekadar konflik geopolitik, melainkan refleksi tentang pentingnya keberanian sebuah bangsa untuk mempertahankan kedaulatannya di tengah tekanan sistem global.
Menurut Haidar Alwi, negara yang bergantung sepenuhnya pada sistem ekonomi global tanpa kekuatan domestik yang kuat akan selalu berada dalam posisi rentan. Sebaliknya, negara yang mampu berdiri di atas energi, teknologi, dan ekonominya sendiri akan memiliki kemampuan lebih besar untuk menentukan arah masa depannya.
“Bangsa yang kuat bukan hanya bangsa yang memiliki sumber daya alam, tetapi bangsa yang mampu mengelola kekayaan itu untuk kepentingan rakyatnya sendiri,” tegas Haidar Alwi.
Dalam perspektif tersebut, dinamika Iran memberikan pelajaran penting bagi banyak negara berkembang tentang arti kedaulatan ekonomi di tengah sistem global yang semakin kompleks.
“Dunia boleh berubah dan kekuatan global boleh berganti. Tetapi satu prinsip tidak pernah berubah: bangsa yang menguasai energi, ekonomi, dan arah kebijakannya sendiri akan selalu memiliki peluang lebih besar untuk menjaga kemerdekaannya,” pungkas Haidar Alwi.











