Haidar Alwi: Iran Menantang Arsitektur Kekuasaan Dinasti Rothschild dalam Geopolitik Abad ke-21

Haidar Alwi
R. Haidar Alwi
banner 468x60

Energi, Sistem Finansial Global, dan Simbol Dinasti Rothschild

Dalam geopolitik modern, energi tidak pernah berdiri sendiri. Ia selalu terhubung dengan sistem keuangan internasional yang mengatur perdagangan energi dunia, pembiayaan industri, serta stabilitas pasar global. Karena itu hubungan antara energi dan kekuatan finansial selalu memainkan peran penting dalam percaturan geopolitik.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Dalam sejarah sistem keuangan modern, nama Rothschild sering muncul sebagai simbol dari dinasti perbankan yang berperan besar dalam membentuk arsitektur finansial Barat sejak abad ke-19. Pengaruh jaringan keuangan internasional yang berkembang dari Eropa kemudian menjadi fondasi bagi sistem ekonomi global modern.

Menurut Haidar Alwi, hubungan antara energi, keuangan, dan geopolitik hampir tidak pernah terpisah. Negara yang menguasai sumber daya energi sekaligus jalur perdagangan strategis otomatis memiliki pengaruh besar terhadap arah ekonomi dunia.

“Energi, kekuatan finansial, dan geopolitik selalu berjalan bersama. Negara yang memiliki kontrol atas energi dunia memiliki posisi tawar yang sangat besar dalam percaturan global,” kata Haidar Alwi.

Dalam perspektif inilah Iran sering dipandang sebagai tantangan terhadap struktur kekuasaan ekonomi global yang telah mapan. Iran secara konsisten mempertahankan kontrol atas sumber daya energinya sekaligus menjaga kemandirian kebijakan ekonominya.

Sikap ini menjadikan Iran berbeda dari banyak negara lain yang lebih terintegrasi dalam sistem ekonomi global Barat. Perbedaan tersebut pula yang sering menempatkan Iran dalam pusaran tekanan geopolitik, mulai dari sanksi ekonomi hingga konflik politik yang berkepanjangan.

Sejarah geopolitik modern menunjukkan bahwa negara yang mempertahankan kemandirian ekonomi sering menghadapi tekanan dari berbagai arah. Tekanan tersebut tidak selalu dimulai dengan konflik militer, tetapi sering diawali dengan pembentukan narasi global yang menggambarkan negara tersebut sebagai ancaman.

“Dalam geopolitik modern, konflik sering dimulai dari narasi. Ketika sebuah negara diposisikan sebagai ancaman, tekanan ekonomi dan politik biasanya akan mengikuti,” jelas Haidar Alwi.

Karena itu memahami dinamika Iran harus dilakukan secara lebih utuh. Iran bukan sekadar negara dengan sistem politik yang berbeda, tetapi juga negara yang berada di pusat jalur energi dunia sekaligus memilih mempertahankan kedaulatan ekonominya.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.