Polri Presisi di Era Prabowo
Kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dipandang Haidar Alwi sebagai contoh nyata aparatur yang konsisten memadukan profesionalitas dan moralitas. Melalui semangat Presisi, Polri menanamkan nilai transparansi, peningkatan pelayanan publik, serta pengawasan internal yang makin kuat.
“Polri yang kuat adalah yang dipercaya, bukan yang ditakuti. Kepercayaan hanya tumbuh dari kejujuran dan pengabdian, bukan dari pencitraan,” jelas Haidar Alwi.
Haidar Alwi menilai, arah pemerintahan Presiden Prabowo sejalan dengan semangat bhayangkara. Negara memberi kepercayaan penuh kepada Polri untuk menjaga stabilitas, sementara Kapolri memastikan kepercayaan itu dijaga dengan hati nurani dan disiplin moral.
“Di tengah dunia yang makin cepat berubah, Polri menjadi jangkar moral bangsa. Selama aparat menjaga nurani, bangsa ini tidak akan kehilangan arah,” kata Haidar Alwi.
Menuju Indonesia Berintegritas 2045
Haidar Alwi menegaskan, cita-cita Indonesia Berintegritas 2045 tidak akan tercapai tanpa aparatur yang berjiwa bersih dan berani. Polri, sebagai wajah hukum negara, harus menjadi teladan kejujuran di tengah tekanan zaman.
“Integritas adalah mata uang moral bangsa. Ketika Polri memeliharanya, seluruh sendi negara akan berdiri kokoh di atas kepercayaan rakyat,” tegas Haidar Alwi.
Haidar Alwi juga menilai, peran Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di era Prabowo Subianto menjadi bukti bahwa negara ini sedang tumbuh dewasa dalam memandang keadilan. Kolaborasi antara kekuasaan dan moralitas adalah bentuk baru dari kematangan bernegara yang sejalan dengan cita-cita Indonesia 2045.
“Selama bhayangkara setia pada nurani dan tidak tunduk pada tekanan opini, hukum akan punya wajah yang manusiawi dan bangsa ini akan punya masa depan yang bermartabat,” pungkas Haidar Alwi.|Bemby











