Haidar Alwi: Di Tengah Siaga 1 TNI, Polri Tetap Garda Penjaga Ketenangan Rakyat

Haidar Alwi
banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id – Memanasnya konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel kembali mengingatkan dunia bahwa stabilitas global dapat berubah dengan cepat.

Ketegangan geopolitik tersebut tidak hanya berdampak pada kawasan konflik, tetapi juga berpotensi memengaruhi keamanan internasional, jalur energi, hingga dinamika politik dunia. Dalam situasi seperti ini, berbagai negara meningkatkan kewaspadaan nasional sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan dampak yang lebih luas.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Di Indonesia, peningkatan kewaspadaan itu tercermin melalui terbitnya Telegram Panglima TNI Nomor TR/283/2026 tertanggal 1 Maret 2026 yang memerintahkan peningkatan kesiapsiagaan atau Siaga 1 di lingkungan TNI. Instruksi tersebut dikeluarkan sebagai langkah antisipatif terhadap kemungkinan dampak eskalasi konflik global terhadap stabilitas keamanan nasional.

Dalam konteks tersebut, Ir. R. Haidar Alwi, MT – Presiden Haidar Alwi Care dan Haidar Alwi Institute, serta Dewan Pembina Ikatan Alumni ITB, menilai bahwa langkah kesiapsiagaan tersebut perlu dipahami secara proporsional oleh masyarakat. Menurut Haidar Alwi, kewaspadaan negara merupakan hal yang wajar dalam menjaga stabilitas nasional di tengah dinamika global yang tidak menentu.

“Kesiapsiagaan negara adalah bagian dari tanggung jawab menjaga keamanan nasional. Namun masyarakat juga berhak mendapatkan penjelasan yang jernih agar tidak muncul kecemasan yang tidak perlu,” tegas Haidar Alwi.

Penjelasan yang jernih menjadi penting karena isu keamanan sering kali mudah disalahartikan ketika dilepaskan dari konteksnya. Dalam situasi global yang memanas, masyarakat sering terpapar berbagai informasi yang tidak selalu utuh.

Karena itu, menjaga ketenangan masyarakat menjadi bagian penting dari ketahanan nasional. Dalam sistem keamanan nasional Indonesia, peran menjaga ketenangan publik tersebut berada pada institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Polri sebagai Penjaga Stabilitas Masyarakat

Dalam konteks menjaga ketenangan publik itulah peran Polri menjadi sangat penting. Jika TNI memiliki mandat utama menjaga pertahanan negara dari ancaman eksternal, maka Polri berada di garis depan dalam memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga.

Menurut Haidar Alwi, stabilitas dalam negeri merupakan fondasi utama kekuatan sebuah negara. Ketika dunia menghadapi ketidakpastian, masyarakat membutuhkan rasa aman agar kehidupan sosial dan ekonomi tetap berjalan dengan baik.

“Polri menjadi garda yang menjaga ketenangan masyarakat. Ketika dunia sedang bergejolak, rakyat membutuhkan kepastian bahwa kehidupan sehari-hari tetap aman dan terkendali,” kata Haidar Alwi.

Di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Polri terus memperkuat peran menjaga stabilitas keamanan masyarakat melalui berbagai pendekatan yang menekankan profesionalitas, pelayanan publik, serta penguatan keamanan di ruang-ruang sosial masyarakat.

Peran tersebut terlihat dari berbagai langkah pengamanan yang dilakukan Polri, mulai dari menjaga objek vital nasional, memastikan ruang publik tetap kondusif, hingga meredam potensi keresahan masyarakat akibat informasi yang belum tentu benar.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.