Gunung Lewotobi Meletus Dahsyat, Kolom Abu Tembus 18 Ribu Meter

banner 468x60

FLORES TIMUR, Radarjakarta.id – Gunung Lewotobi Laki-laki kembali mengamuk. Gunung api aktif yang terletak di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), meletus hebat pada Jumat malam (1/8/2025) pukul 20.48 WITA dan disusul erupsi lanjutan pada Sabtu dini hari (2/8) pukul 01.05 WITA. Letusan memuntahkan kolom abu vulkanik setinggi 18.000 meter disertai suara gemuruh dan lontaran material panas sejauh 3-4 kilometer dari kawah.

Suasana malam yang semula tenang berubah mencekam saat suara dentuman keras terdengar hingga radius puluhan kilometer. Asap kelabu hingga hitam pekat mengepul ke udara, sementara sinar api terlihat jelas dari puncak gunung. Aktivitas vulkanik ini menjadi salah satu yang paling besar dalam beberapa waktu terakhir.

“Letusan ini dipicu oleh akumulasi gas yang terperangkap selama dua minggu terakhir, disertai peningkatan signifikan aktivitas gempa vulkanik,” ujar Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid, dalam pernyataan resminya, Sabtu pagi (2/8).

Menurut Wafid, pemantauan menunjukkan adanya pergerakan magma menuju permukaan. Gunung Lewotobi Laki-laki kini berada pada Status Level IV (Awas)  status tertinggi dalam sistem peringatan gunung api di Indonesia.

Peringatan Keras: Radius Bahaya Diperluas

Badan Geologi dan PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi) mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas dalam radius 6 kilometer, dan sektoral 7 kilometer ke arah barat daya dan timur laut dari pusat erupsi.

PVMBG juga mengingatkan potensi banjir lahar hujan, terutama jika hujan deras turun di wilayah sekitar. Beberapa desa yang perlu mewaspadai potensi ini antara lain: Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.

Petugas Pos Pemantauan Gunung Lewotobi, Emanuel Rofinus Bere, menyebut letusan terjadi saat cuaca malam cukup cerah dan berawan, dengan suhu udara 21,9–22°C. Angin bertiup lemah ke arah barat daya, barat, dan barat laut, membawa abu vulkanik ke permukiman sekitar.

“Teramati kolom abu setinggi 18.000 meter dengan asap berwarna kelabu hingga hitam. Erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 47,3 mm dan durasi sekitar 14 menit 5 detik,” kata Emanuel.

Masyarakat Diminta Tetap Tenang, Tapi Siaga

Pemerintah daerah bersama instansi terkait telah menyampaikan peringatan resmi kepada warga sejak sebelum letusan terjadi. Masyarakat diminta tetap tenang, waspada, dan tidak mudah percaya pada informasi yang tidak jelas sumbernya.

Masyarakat juga diimbau menggunakan masker untuk melindungi diri dari abu vulkanik yang bisa membahayakan saluran pernapasan.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.