DEPOK, Radarjakarta.id – Gerakan Pelajar untuk Rakyat (Gappura) menyatakan kesiapannya berkolaborasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok. Organisasi ini rencananya akan dideklarasikan bertepatan dengan peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Presidium Gappura, Nuku Trilis, mengatakan pihaknya telah memulai langkah awal dengan bersilaturahmi ke Dinas Pendidikan Kota Depok.
“Untuk mengawali sepak terjang kami, Gerakan Pelajar untuk Rakyat sudah bersilaturahmi dengan Dinas Pendidikan,” ujarnya, Senin (11/8) sore.
Pertemuan tersebut bertujuan mewujudkan pendidikan di Depok yang bermutu. Nuku menyampaikan rasa syukur atas sambutan hangat dari Sekretaris Dinas Pendidikan, Tatik, dan Kabid SMP, M. Yusuf.
Salah satu isu utama yang akan diusung Gappura adalah pencegahan kekerasan di lingkungan sekolah. Menurut Nuku, kekerasan merupakan perbuatan melawan hukum yang merugikan orang lain dan harus diperangi.
“Pelajar harus memahami dan menerapkan pergaulan sehat, misalnya bergabung dengan kelompok belajar, organisasi siswa, forum anak, kelompok pecinta alam, hingga organisasi di tingkat RW, kelurahan, dan kecamatan,” jelasnya.
Gappura juga membekali pelajar dengan kemampuan public speaking untuk mengampanyekan pencegahan kekerasan di sekolah masing-masing. Selain itu, pelajar diajak membangun empati, menjaga komunikasi yang sehat, dan berani melapor jika melihat atau mengalami kekerasan.
“Kami berharap mereka mampu menjadi duta pencegahan kekerasan di sekolah, menumbuhkan rasa empati dan saling menghargai, serta menjadi pelapor dan pelopor,” kata Nuku.
Selain isu pendidikan dan kekerasan, Gappura juga menaruh perhatian pada lingkungan hidup. Para pelajar akan diajak menanam pohon dan diimbau tidak menggunakan sepeda motor ke sekolah, sebagai bentuk tanggung jawab bersama mengurangi pencemaran udara.
Ke depan, Gappura siap mengawal dan berpartisipasi dalam program pemerintahan Supian Suri–Chandra Rahmansyah untuk membawa Depok menuju perubahan positif.|Aji*










