Jakarta, RadarJakarta.id — Tokoh muda nasional Aditiya Bangun Saputra, ST, menggagas sebuah gerakan sosial bernama Barisan Nasional Pemuda Aksi (BNPA) sebagai wadah kolaborasi bagi generasi muda, khususnya Gen Z dan Milenial, untuk berpartisipasi langsung dalam kegiatan kemanusiaan yang berdampak nyata bagi masyarakat.
Gerakan ini dihadirkan untuk mengarahkan potensi besar anak muda agar tidak hanya aktif di ruang digital, tetapi juga terlibat dalam aksi sosial yang terstruktur, terorganisir, dan berkelanjutan.
Menurut Aditiya, dinamika di media sosial kerap diwarnai perdebatan dan komentar negatif yang tidak memberikan solusi konkret bagi permasalahan masyarakat. Oleh karena itu, BNPA mendorong generasi muda untuk beralih dari sekadar opini menjadi tindakan nyata di lapangan.
“BNPA mengajak Gen Z dan Milenial untuk bergerak melalui aksi sosial yang nyata. Kami meyakini bahwa kontribusi langsung akan jauh lebih bermanfaat dibandingkan perdebatan di ruang digital yang sering kali memperkeruh keadaan,” ujar Aditiya.
Sebagai tahap awal, BNPA menetapkan Aceh Tamiang sebagai wilayah prioritas program. Daerah tersebut dipilih karena menjadi salah satu kawasan yang terdampak paling parah akibat banjir bandang di wilayah utara Sumatera. Selain Aceh, BNPA juga akan menyalurkan bantuan dan mengerahkan relawan ke sejumlah wilayah terdampak bencana di Sumatera Utara dan Sumatera Barat, termasuk daerah-daerah yang masih sulit dijangkau.
Tidak hanya menyalurkan bantuan logistik, BNPA turut memfokuskan programnya pada pemulihan mental anak-anak korban bencana. Untuk itu, BNPA akan membentuk Posko Pemulihan Mental Anak, yang bertujuan membantu proses rehabilitasi psikologis anak-anak yang mengalami trauma pasca-bencana.
“Anak-anak adalah aset masa depan bangsa. Mereka membutuhkan perhatian khusus untuk memulihkan kondisi mental dan psikologis setelah menghadapi situasi sulit akibat bencana. Inilah fokus utama BNPA,” tegas Aditiya.
Gerakan kemanusiaan ini melibatkan relawan dari berbagai latar belakang profesi dan mendapat respons positif dari kalangan muda. Antusiasme tersebut menunjukkan meningkatnya kepedulian dan semangat solidaritas generasi muda dalam mendukung proses pemulihan pasca-bencana.
Aditiya menegaskan bahwa BNPA tidak bertujuan menggantikan peran pemerintah, melainkan hadir sebagai mitra sosial yang bergerak atas dasar nilai-nilai kemanusiaan, gotong royong, dan nasionalisme.
“BNPA murni hadir sebagai wadah kepedulian. Kami ingin membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana sebagai wujud nyata nasionalisme terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ke depan, BNPA akan menjadi gerakan jangka panjang yang menjangkau berbagai daerah di seluruh pelosok negeri,” tambahnya.
Dengan semangat persatuan dan solidaritas nasional, BNPA diharapkan mampu menjadi motor penggerak aksi sosial pemuda Indonesia yang berkelanjutan, tepat sasaran, dan memberikan dampak luas bagi masyarakat.











