TANGERANG, RadarJakarta.id – Dalam semangat menyongsong Indonesia Emas 2045, mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Islam Syekh-Yusuf (UNIS) Tangerang menggelar forum diskusi bertajuk “Ruang Diskusi yang Harus Berisik, Berdampak, dan Berani”, Sabtu (28/6/2025) di Gedung Pemuda Kota Tangerang. Forum ini menjadi bukti nyata bahwa generasi muda, khususnya Gen Z, bukan hanya penikmat teknologi, tapi juga pelopor perubahan bangsa.
Acara ini tak sekadar menjadi ruang tukar pikiran, tapi juga laboratorium gagasan di mana keresahan sosial diolah menjadi solusi, dan idealisme mahasiswa diarahkan menjadi energi perubahan nyata. Melibatkan mahasiswa lintas fakultas serta pemuda dari berbagai organisasi kepemudaan, kegiatan ini menjadi bagian penting dalam membentuk budaya berpikir kritis, solutif, dan konstruktif di kalangan anak muda.
“Kami ingin membangkitkan semangat berani berbicara, tapi juga berani bertanggung jawab. Gen Z bukan hanya melek digital, tapi juga sadar sosial dan politik. Mereka harus jadi suara masa depan, bukan sekadar penonton,” tegas Wisa Bayu Brelian Saifulloh, Ketua Pelaksana kegiatan.

Mendidik, Menggugah, dan Menggerakkan
Forum ini menghadirkan dua narasumber inspiratif:
Hanna Arinawati, dosen termuda Universitas Indonesia, yang memberikan pandangan kritis mengenai peran mahasiswa sebagai garda depan literasi digital dan pengetahuan kebangsaan.
Andry Permana, Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang, yang mendorong agar pemuda aktif mengawal kebijakan publik dan tidak alergi terhadap dunia politik.
Beberapa isu strategis yang dibahas dalam forum ini antara lain:
• Masa depan demokrasi dan peran mahasiswa dalam menjaga kebebasan berpikir
• Tantangan dan peluang pendidikan di era digital
• Peran pemuda dalam pembangunan berkelanjutan dan sosial kemasyarakatan
Menurut Wisa, diskusi semacam ini sangat penting untuk membentuk kepemimpinan intelektual di kalangan mahasiswa. “Kita harus melatih keberanian berpikir dan keberanian bertindak. Di masa depan, bangsa ini akan ditentukan oleh seberapa siap generasi mudanya untuk berkontribusi secara nyata,” ujarnya.
Harapan untuk Regenerasi Pemimpin Masa Depan
Antusiasme peserta sangat tinggi. Banyak yang menyampaikan aspirasi, opini, dan bahkan kritik terhadap berbagai isu lokal maupun nasional. Para peserta berharap kegiatan ini dapat dijadikan program berkelanjutan dan diperluas ke kampus-kampus lain.
“Kegiatan seperti ini harus terus ada, bahkan harus masuk kurikulum kampus. Karena perubahan besar selalu dimulai dari obrolan kecil yang jujur dan berani,” ungkap salah satu peserta dari Himpunan Mahasiswa Islam.
Generasi Z: Pewaris Sekaligus Penggerak
Melalui kegiatan ini, mahasiswa UNIS ingin menunjukkan bahwa Generasi Z bukan hanya pewaris masa depan, tetapi pelaku utama dalam menciptakan masa depan itu sendiri. Mereka sadar bahwa perubahan tidak akan datang bila hanya menunggu. Harus ada keberanian untuk memulai, menyuarakan, dan bertindak.
Forum ini menjadi pengingat bahwa membangun Indonesia Emas 2045 bukan sekadar angan-angan. Dibutuhkan ruang dialog yang hidup, semangat gotong royong, serta generasi muda yang tidak takut untuk berisik asal berdampak dan bertanggung jawab. | Cut Putri Herawati | Mahasiswi Akhir UNIS*










