Radarjakarta.id | JAKARTA – Galeri Indonesia Kaya menggandeng Putri Ayudya dan Randhy Prasetya mempersembahkan pertunjukan monolog dan dialog repetitif bertajuk “Ngerjain PR” yang berlangsung di Auditorium Galeri Indonesia Kaya, Sabtu (3/2/2024) pukul 15.00 dan 19.00 WIB.
Program Director Galeri Indonesia Kaya, Renitasari Adrian mengatakan, kolaborasi ini menghasilkan sebuah pertunjukan yang tidak hanya menghibur, namun juga mampu menyampaikan kekuatan makna kata dan pesan yang tersirat kepada para penikmat seni.
“Kami harap, pertunjukan ini menjadi sebuah sajian yang menginspirasi para seniman muda dalam menciptakan pertunjukan seni yang berkualitas, untuk terus mendukung memajukan seni pertunjukan Indonesia,” kata Renitasari, Sabtu (3/2/2024).
Selama kurang lebih empat puluh menit, tokoh P dan R akan membicarakan banyak hal personal. Pertunjukan monolog dan dialog Ngerjain PR menceritakan tentang pertemuan dari dua orang yang telah lama berkenalan tapi lama tak bertemu. Mereka memperbincangkan hal yang lama-lama menjadi kesadaran tentang sesuatu yang sebenarnya sudah mereka ketahui sejak lama.
Putri Ayudya mengaku senang di tahun ini ia kembali diberi kepercayaan untuk menghibur para penikmat seni yang hadir di Auditorium Galeri Indonesia Kaya setelah terakhir kali tampil pada 2018.
“Kali ini, saya berkolaborasi dengan Randhy Prasetya untuk menghadirkan sebuah monolog yang terinspirasi dari metode populer repetition oleh Sanford Meisner. Semoga kolaborasi kami bisa membuka 2024 dengan mengingatkan kembali seni peran sebagai cara memahami dan merayakan kehidupan,” ungkap Putri.
Untuk diketahui, Putri Ayudya adalah seorang aktor, dosen, dan intimacy coordinator. Putri ditemukan pencari bakat di tahun 2013 dan memulai debut filmnya melalui Guru Bangsa Tjokroaminoto. Sejak saat itu Putri terus bergelut di dunia seni peran baik dalam bermain peran di berbagai media, pengajaran, maupun penelitian.
Sementara itu, Randhy Prasetya merupakan seorang penikmat seni peran dan pengusaha. Randhy dikenal lewat buah pikirnya melalui Yajugaya. Ia berharap bisa terus mengorelasikan karya-karyanya dengan kehidupan.|Ilham*










