Hal ini karena kepsek belum memberikan tanda tangan di surat amprah untuk pencairan gaji.
“Bukan hanya gaji kami, tapi beberapa uang tunjangan seperti uang makan saya sudah beberapa bulan tidak dibayarkan,” terangnya sambil menangis
Penjelasan pihak sekolah
Kepala Sekolah SMPN 15 Tiurmaida Situmeang tidak berada di sekolah saat hendak dimintai konfirmasi.
Awak media kemudian mewawancarai Wakil Kepala Sekolah SMPN 15 Suhartini.
Suhartini mengatakan, gaji para guru belum dibayarkan karena kepsek tidak mau menandatangi surat pencairan gaji.
“Saya pun telat gajinya. Ini kami pun mau menghadap ke dinas apa alasan telat gajinya.”
“Kalau ditanya ke bendahara, bendahara bilang ibu (kepsek) belum mau tandatangani.”
“Kami juga hanya menunggu di sini, jadi bukan mereka saja,” jelasnya.
Sementara soal konflik, Suhartini menyebut awalnya hanya ada tiga guru.
Namun, kini menjadi delapan guru yang berkonflik dengan kepsek.Adapun konflik terjadi karena kepsek merasa akan dikudeta oleh para guru.
“Saya dengar guru ini dari kepsek ke dinas mau melakukan kudeta dan saya lihat ada foto mereka (para guru) ke sana,” jelasnya.
Soal intimidasi, Suhartini menilai hanya guru-guru tersebut yang bisa merasakannya.
“Hanya guru itulah yang bisa merasakan diintimidasi seperti apa dan apa alasan kepsek itu, hanya antara kepsek dan guru itulah yang tahu,” ucapnya.











