JAKARTA, Radarjakarta.id – Dunia horor Indonesia kembali diguncang! DHF Entertainment resmi merilis prekuel terbaru dari Saranjana Universe, berjudul “Kuyank”, yang digadang-gadang lebih gelap, lebih sinematik, dan menegangkan daripada film sebelumnya.
Berdasarkan mitos mistis Kalimantan, film ini akan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 29 Januari 2026.
“Kuyank” bukan sekadar film horor biasa. Prekuel ini menyelami budaya Banjar dan folklore Kalimantan, menghadirkan sosok Kuyang, makhluk menyeramkan yang konon hanya berupa kepala dan organ dalam, tanpa lengan, kaki, atau tubuh, dan mampu terbang menebar teror.
Disutradarai Johansyah Jumberan dan diproduksi oleh Dari Hati Films, film ini juga menjadi penghubung dengan kisah Saranjana: Kota Gaib (2023), menampilkan plot yang terjadi tujuh tahun sebelum gerbang kota gaib Saranjana terbuka.
Alur Cerita: Teror Cinta dan Ajian Kuyang
Cerita berpusat pada pasangan Rusmiati dan Badri, yang menikah meski ramalan menyebut pernikahan mereka akan membawa malapetaka. Tekanan keluarga dan masyarakat membuat Rusmiati terpaksa mempelajari ilmu hitam ajian Kuyang untuk mempertahankan cintanya.
Namun, ritual ini malah memunculkan sosok Kuyang yang menebar teror, khususnya pada bayi dan wanita hamil, hingga akhirnya kemarahan warga memuncak.
“Kenapa prekuel Saranjana diangkat? Karena ketika orang Kalimantan ke mana pun pergi, mereka selalu bertanya, ‘Tau gak soal Saranjana?’ Ini kebanggaan tersendiri,” ungkap Johansyah Jumberan dalam acara Ngobrol Film di Universitas Mulawarman, Selasa (27/1/2026).
Para Pemain Bintang dan Tantangan CGI
Film ini menghadirkan sederet aktor ternama, antara lain:
• Rio Dewanto sebagai Badri
• Putri Intan Kasela sebagai Rusmiati
• Jolene Marie sebagai Kuyang (80% adegannya CGI)
• Dayu Wijanto dan Daulat sebagai orang tua tokoh utama
Jolene Marie menambahkan, “Berperan sebagai Kuyang menuntut imajinasi tinggi karena sebagian besar adegan menggunakan CGI. Ini jauh berbeda dari bermain drama biasa.”
Apresiasi Budaya Kalimantan
Sejarawan Muhammad Sarip menilai film ini berhasil menonjolkan budaya lokal:
“Kuyank mengangkat urban legend Kalimantan secara universal, bukan hanya dari satu daerah. Tapi diharapkan tidak menimbulkan stereotip negatif terhadap Kalimantan. Ini murni hiburan.”
Kesuksesan Saranjana Sebagai Modal
Film prekuel ini diharapkan melanjutkan kesuksesan Saranjana: Kota Gaib, yang berhasil menembus 1.248.107 penonton. Dengan perpaduan horor menegangkan, budaya Banjar, dan visual modern, Kuyank siap menjadi tontonan wajib bagi penikmat film Indonesia.
Catat Tanggalnya:
Tayang 29 Januari 2026, tiket tersedia di CGV dan XXI. Jangan sampai ketinggalan untuk menyaksikan sosok Kuyang yang menyeramkan menembus layar bioskop!***











