JAKARTA, Radarjakarta.id – Industri film Indonesia bersiap diguncang drama aksi emosional “Jangan Seperti Bapak”, yang dijadwalkan tayang serentak di bioskop mulai 12 Februari 2026.
Disutradarai Daniel Tito Pakpahan, film ini tak sekadar menyajikan aksi brutal dan intrik kriminal, tetapi juga membongkar luka terdalam relasi ayah dan anak yang selama ini kerap terpendam.
Cerita berpusat pada Angel, seorang perempuan muda yang hidupnya hancur seketika ketika sang ayah tewas dibunuh secara tragis tepat di hari ulang tahunnya yang ke-20.
Duka yang belum sempat pulih justru berubah menjadi mimpi buruk saat pencariannya atas kebenaran menyeret Angel ke pusaran konflik dua organisasi besar yang saling berebut kekuasaan.
Dari satu tragedi keluarga, Angel terjebak dalam dunia penuh kekerasan, pengkhianatan, dan ancaman maut yang terus membayangi setiap langkahnya.
Namun “Jangan Seperti Bapak” bukan sekadar film aksi. Di balik dentuman pukulan dan adegan perkelahian, film ini menyuguhkan potret tajam tentang dua sosok ayah dengan pendekatan ekstrem satu absen secara emosional, satu lagi hadir dengan cara keras yang sama-sama meninggalkan luka mendalam bagi anak-anak mereka.
Aktris Zee Asadel, yang memerankan Angel, menyebut karakter ini sangat dekat dengan realitas banyak anak di Indonesia.
“Yang sulit itu sebenarnya bukan aksinya, tapi emosinya. Banyak anak yang tumbuh dengan luka karena kurangnya komunikasi antara bapak dan anak,” ujar Zee saat ditemui di Senayan, Jakarta Pusat, Senin (9/2/2026).
Menurut Zee, konflik keluarga sering kali lahir dari miskomunikasi dua arah.
“Bapak enggak tahu anak maunya apa, tapi anak juga enggak tahu tujuan bapaknya. Padahal sering kali itu demi kebaikan anak,” ungkapnya.
Meski ini menjadi pengalaman pertama Zee Asadel melakoni adegan aksi, ia mengaku terbantu dengan latar belakangnya sebagai mantan anggota JKT48, terutama dalam menghafal koreografi perkelahian.
Namun ia menegaskan, tantangan terberat justru ada pada pendalaman emosi kehilangan sosok ayah.
“Kalau koreo masih bisa dihafal. Tapi emosi itu harus menggali perasaan sendiri,” kata Zee.
Sementara itu, aktor Verdi Solaiman menilai film ini berani menunjukkan dampak nyata pola asuh orang tua terhadap perkembangan anak. Ia menyebut relasi yang tidak sehat kerap lahir dari komunikasi tertutup dan keputusan orang tua yang tidak pernah dijelaskan.
Produser Nico Rosto berharap film ini menjadi cermin bagi keluarga Indonesia.
Menurutnya, jarak emosional antara orang tua dan anak seharusnya segera diperbaiki sebelum semuanya terlambat.
Selain Zee Asadel dan Verdi Solaiman, film ini juga dibintangi deretan aktor ternama seperti Donny Damara, Aulia Sarah, Zack Lee, Irwan Chandra, Freya Mikhayla, Mongol Stres, Milen Cyrus, dan Roy Shakti.
Diproduksi oleh Amazing Grace Production bersama Jayashree Movie Production dan EM Pictures, film ini turut menyinggung isu sosial aktual seperti premanisme dan judi online yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Dengan balutan drama keluarga, aksi intens, dan konflik kriminal, “Jangan Seperti Bapak” tak hanya menawarkan hiburan, tetapi juga tamparan emosional tentang arti kehadiran orang tua dalam hidup anak.
Tayang bertepatan dengan Valentine dan Tahun Baru Imlek, film ini digadang-gadang menjadi salah satu tontonan paling menggugah dan kontroversial di awal 2026.***











