Radarjakarta.id | JAKARTA – Musisi asal Jakarta Febri Noviardi memutuskan bergabung dengan label VortiVortu Records. Untuk menandai perjalanan barunya ini Febri resmi merilis single berjudul Biarlah berkolaborasi dengan Putri Ramadhanti, Kamis (3/10/2024).
Untuk diketahui, Febri Noviardi sebelumnya telah menelurkan beberapa single seperti Hey Cantik, Jangan Cepat Tumbuh Dewasa, Cinta Dalam Diam, dan Hadapi Dengan Senyuman. Sementara Putri Ramadhanti yang sempat tergabung dalam grup duo bernama Nares ini juga sempat mengeluarkan beberapa single di bawah naungan Universal Music Indonesia.
Putri sempat berduet bersama musisi-musisi Tanah Air lainnya di platform Youtube seperti Ari Lesmana dari grup Fourtwnty, Calvin Jeremy, dan beberapa musisi lainnya. Memiliki karakter suara yang unik serta enak dan nyaman untuk didengar membuat Febri Noviardi sangat tertarik untuk mengajak Putri Ramadhanti untuk berduet di lagu terbarunya.
“Kenal Putri dari sekitar tahun 2011, dari pertama saya masih belajar nyanyi, dia udah nyanyi dimana-mana. Banyak banget orang yang suka sama karakter suaranya Putri termasuk saya. Dia selalu bisa ngenakin lagu-lagu yang dia nyanyiin,” kata Febri dalam Peluncuran Single Biarlah di Sarinah Music Corner, Jakarta, Kamis (3/10/2024)
Putri pun tidak menampik bahwa alasan dia mau untuk diajak berduet di lagu ini adalah lantaran dia menyukai lagu yang dikirimkan Febri melalui aplikasi pesan WhatsApp.
“Dulu hampir setiap hari ketemu Febri, mau ada job manggung atau cuma main- main aja, pasti ketemu. Trus kita sama-sama sibuk kerja jadi sempet lama banget gak ketemu, nomorku juga udah ganti jadi gak kontak-kontakan juga, eh kemarin tiba-tiba Febri chat aku nanya apa kabar trus langsung kirimin lagu. Febri bilangnya kalau suka sama lagunya mau gak duet sama dia? Trus pas kudengerin lagunya ternyata enak banget dong, ya mau lah! Udah lama juga gak nyanyi bareng jadi sekalian aja deh,” ungkap Putri.
Lagu yang sudah bisa didengarkan di berbagai music platforms dan juga radio-radio di seluruh Indonesia ini merupakan lagu yang menggambarkan kondisi hubungan asmara yang berujung tak indah karena hubungan tersebut harus terpisah pada akhirnya.
“Jagain jodoh orang”, mungkin itu adalah kalimat yang tepat untuk menggambarkan lagu ‘Biarlah’ yang bercerita tentang hubungan asmara yang berawal indah, menyenangkan, dan terlihat baik-baik saja namun pada akhirnya tidak bisa bersama.
“Pasti kita sering banget kan denger cerita atau bahkan bisa jadi pengalaman pribadi yang udah bertahun-tahun pacaran, udah kenal sama keluarganya, udah tau banget kebiasaannya, seneng susah sama-sama, eh nikahnya sama orang lain, istilah ngetrendnya tuh jagain jodoh orang hehehe,” ucap Febri berkelakar.
Febri pun menyampaikan bahwa setiap akhir cerita yang berakhir tidak bahagia tidak selalu tentang orang ketiga, “Putus cinta itu gak selalu tentang orang ketiga dan diselingkuhin kok, bisa aja mereka punya masalah-masalah lain yang mungkin awalnya kecil tapi lama-lama jadi besar,” ujarnya.
“Contohnya nih, biasanya cewek itu ‘kan minta cowoknya lebih diperlihatkan perhatiannya sedangkan karakter cowoknya itu kasih perhatiannya dalam bentuk lain, awalnya sih gak terlalu masalah eh ternyata bertahun-tahun berlalu itu malah jadi masalah besar trus akhirnya mereka putus, salah satu contohnya itu tapi banyak lah contoh lainnya,” tambah Febri. Dikemas dengan nuansa musik pop yang kekinian membuat lagu Biarlah ini menjadi musik kekinian yang bisa dinikmati semua kalangan.
Dalam proses produksi lagu Biarlah ini Febri melibatkan seorang musikus asal Sukabumi bernama Hari Indra Lukisa yang merupakan seorang teman lama dari Febri yang dulu juga sempat bernaung di label yang sama yaitu Universal Music Indonesia.
Hari Indra Lukisa merupakan seorang musikus, music producer, dan juga arranger yang sampai sekarang masih
aktif berkarya di industri musik Indonesia salah satunya bersama band Vagetoz. Melalui proses workshop dan brainstorming antara Febri Noviardi dan Hari Indra Lukisa membuat sentuhan musik dan aransemen lagu ini menjadi sebuah musik pop yang sangat bisa dinikmati oleh semua kalangan.|Ilham*











