JAKARTA, Radarjakarta.id — Media sosial kembali diguncang setelah El Rumi kedapatan menekan tombol like pada sebuah video yang menampilkan mantan kekasihnya, Marsha Aruan. Video itu sesungguhnya bukan milik Marsha, melainkan unggahan kreator Chika, ibu balita viral Kenkulus, yang tengah membuat konten bersama sang aktris. Namun kemunculan nama El di daftar penyuka sontak memicu ledakan spekulasi di dunia maya.
Haters langsung memutar isu bahwa El Rumi belum sepenuhnya move on, bahkan menyeret tunangannya, Syifa Hadju, ke dalam pusaran komentar pedas. Sejumlah akun bahkan membandingkan Syifa dengan Marsha dan membanjiri media sosial keduanya dengan komentar spam.
Tak tinggal diam, El Rumi akhirnya membuat klarifikasi panjang melalui akun Instagram eksklusifnya. Ia menjelaskan bahwa video itu muncul tiba-tiba di laman eksplor saat ia sedang meeting bersama Syifa. Berniat menekan fitur “not interested”, El justru tak sengaja menyentuh tombol like tanpa ia sadari.
Setengah jam kemudian, Syifa memberi tahu bahwa namanya sudah terlanjur tercantum sebagai penyuka video tersebut. El mengaku langsung melakukan dislike, namun jejak digital itu telanjur beredar setelah di-capture warganet dan menjalar cepat hingga memicu kegaduhan besar.
Putra kedua Ahmad Dhani itu menegaskan bahwa dirinya tidak sedang mencari pembelaan, hanya meluruskan kesalahpahaman publik. Ia juga meminta netizen berhenti menyerang Syifa. “Kalau mau bully gue silakan, tapi jangan bully Syifa. She has nothing to do with it,” ujarnya tegas.
Meski dihujani komentar negatif, El memilih fokus menjaga perasaan sang tunangan. Bahkan ia memutuskan untuk unfollow Marsha Aruan, tindakan yang kemudian dikonfirmasi melalui penelusuran di Instagram. Netizen menilai langkah itu sebagai bukti keseriusan El menghadapi “ujian pra-nikah”.
Di tengah ramainya spekulasi soal masa lalu, hubungan El Rumi, Syifa Hadju, dan Marsha Aruan sebenarnya terbilang baik. Marsha bahkan pernah mengucapkan selamat atas pertunangan El dan Syifa, sementara keluarga Rizky Nazar mantan Syifa juga memberi dukungan. Namun drama “like salah pencet” ini kembali mengingatkan publik bahwa bayang-bayang masa lalu selalu punya cara muncul di momen yang paling tak terduga.***











