JAKARTA, Radarjakarta.id – Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Republik Indonesia menegaskan bahwa kebijakan efisiensi anggaran tahun 2026 tidak berdampak pada kualitas layanan publik, baik layanan di tempat maupun layanan digital.
Penegasan tersebut disampaikan oleh Sekretaris Utama Perpusnas, Joko Santoso dalam wawancara di Jakarta, Senin (30/3/2026), sebagai respons atas berkembangnya isu di masyarakat.
“Efisiensi anggaran yang terjadi pada tahun 2026 tidak mengurangi komitmen Perpusnas dalam memberikan layanan terbaik kepada masyarakat. Layanan publik tetap berjalan optimal, baik secara langsung maupun digital,” ujar Joko Santoso.
Perpusnas mencatat pagu anggaran tahun 2026 sebesar sekitar Rp377,9 miliar, yang mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Meskipun demikian, Perpusnas memastikan bahwa layanan inti tetap menjadi prioritas utama dalam pengelolaan anggaran.
Layanan kunjungan di tempat tetap berjalan normal dengan rata-rata kunjungan harian mencapai sekitar 2.500 orang dan meningkat hingga 3.000 pengunjung pada akhir pekan. Sementara itu, layanan digital tetap dapat diakses masyarakat secara luas tanpa pembatasan.
“Layanan perpustakaan sebagai layanan publik tidak boleh terganggu. Oleh karena itu, kami memastikan operasional tetap berjalan, termasuk jam layanan hingga malam hari serta layanan akhir pekan,” jelasnya.
Dalam menyikapi penurunan anggaran, Perpusnas melakukan penyesuaian melalui pendekatan re-prioritisasi program. Kegiatan yang bersifat non-prioritas dan seremonial dikurangi atau dijadwal ulang, sementara program yang berdampak langsung kepada masyarakat tetap dilaksanakan.
Program yang bersifat ekspansi, seperti bantuan buku ke desa dan penguatan perpustakaan komunitas, untuk sementara ditunda hingga kondisi anggaran memungkinkan. Kebijakan ini diambil sebagai langkah strategis agar anggaran yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal.
“Penyesuaian yang dilakukan bukan penghentian layanan, melainkan penguatan fokus pada program yang memberikan manfaat langsung dan luas bagi masyarakat,” tegas Joko Santoso.
Terkait layanan iPusnas yang sempat mengalami penyesuaian, Perpusnas menegaskan bahwa hal tersebut tidak berkaitan dengan efisiensi anggaran. Penyesuaian tersebut merupakan bagian dari upaya penguatan sistem layanan digital secara menyeluruh.
Perbaikan dilakukan melalui penguatan keamanan sistem, penyesuaian dengan Manajemen Hak Digital, serta pengujian menyeluruh (end–to–end testing). Langkah ini dilakukan untuk memastikan stabilitas dan keandalan layanan dalam jangka panjang.
“Perbaikan iPusnas dilakukan secara komprehensif untuk memastikan layanan yang lebih aman, stabil, dan berkelanjutan ke depan. Hal ini tidak terkait dengan kebijakan efisiensi anggaran,” ujar Joko Santoso.











