Dwiki Dharmawan:
Indonesia Layak Memperkuat Strategi Kebudayaan pada Tingkat ASEAN, Melalui Strategi Kekayaan Intelektual

banner 468x60

Dwiki juga mengharapkan Kerja sama ASEAN tidak hanya terbatas pada upaya sektor publik. Upaya inklusif dan kolaboratif dari sektor swasta dalam berbagai agenda dan inisiatif ASEAN juga menjadi kunci termasuk dalam bidang Ekonomi Kreatif.

Seperti semua konferensi dalam seri ini, konferensi ini mempertemukan para musisi, penggemar musik, pengacara, advokat artis, pemimpin bisnis, pembuat kebijakan pemerintah, dan siapa saja yang tertarik untuk mendukung ekosistem musik yang berkembang di seluruh dunia.

Acara tersebut diselenggarakan oleh Pusat Kekayaan Intlektual Bersama Kebijakan Inovasi (C-IP2), Mason Korean dan Institut Ekosistem Musik. Mereka meyakini bahwa pertumbuhan eksplosif K-Pop dan genre musik Asia lainnya yang bisa dibilang telah berhasil melampaui raksasa musik dunia, Amerika Serikat telah menarik perhatian banyak pemimpin industri dan pembuat kebijakan.

Seperti semua konferensi dalam seri ini, konferensi ini mempertemukan para musisi, penggemar musik, pengacara, advokat artis, pemimpin bisnis, pembuat kebijakan pemerintah, dan siapa saja yang tertarik untuk mendukung ekosistem musik yang berkembang di seluruh dunia.

Meskipun faktor ekonomi dan demografi global mungkin menjelaskan sebagian besar kebangkitan musik pop Asia, beberapa negara seperti Korea Selatan mengambil langkah-langkah hukum dan kebijakan yang tegas untuk menumbuhkan soft power nasional di panggung regional dan dunia.

Label rekaman Barat telah bertransformasi dari entitas produksi, keuangan, dan distribusi menjadi perusahaan “jasa artis”. Namun label di banyak negara Asia telah lama memainkan peran yang berbeda, dimana perusahaan manajemen memainkan peran yang lebih sentral dalam mencari dan mengembangkan bakat dibandingkan dengan label. Pada saat yang sama, peran penerbit dan serikat musisi juga berbeda-beda di seluruh wilayah global.

Direktur Jendral Kerjasama Multilateral Kementerian Luar Negeri Indonesia, Tri Tharyat menyampaikan dengan letak yang strategis di jantung Indo-Pasifik, ASEAN siap menjadi pusat kegiatan ekonomi dalam beberapa dekade mendatang.. Ekonomi Kreatif di ASEAN harus berupaya bangkit kembali setelah terpukul pandemi covid 19. Dukungan tersebut dilandasi kesaradan bahwa kegiatan ekonomi berbasis Kekayaan Intelektual dapat mendorong peningkatan pendapatan, penciptaan lapangan kerja dan pendapatan ekspor sekaligus mendorong inklusi sosial, keragaman budaya dan pembangunan manusia. | Eka*

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.