Dunia Waswas, Presiden Trump: Amerika Serang Nuklir Iran

banner 468x60

WASHINGTON, Radarjakarta.id — Dunia dikejutkan oleh serangan langsung Amerika Serikat terhadap tiga fasilitas nuklir utama Iran. Serangan ini dipimpin langsung atas perintah Presiden AS Donald Trump, menandai eskalasi konflik paling signifikan di Timur Tengah dalam satu dekade terakhir.

Gedung Putih mengonfirmasi bahwa Trump telah melakukan komunikasi langsung dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, sesaat setelah peluncuran serangan militer terhadap Iran. Tiga lokasi vital Fordow, Natanz, dan Esfahan jadi sasaran dalam operasi udara yang diklaim “sangat sukses”.

“Semua pesawat kini berada di luar wilayah udara Iran. Muatan penuh bom dijatuhkan di Fordow. Selamat kepada para pejuang Amerika yang hebat. Tidak ada militer lain di dunia yang bisa melakukan ini. Sekarang adalah waktunya untuk damai!” tulis Trump di akun Truth Social.

Serangan itu terjadi tak lama setelah negosiasi antara Iran dan negara-negara Eropa mengenai program nuklir menemui jalan buntu. Iran sebelumnya menolak untuk kembali ke meja perundingan dengan Amerika Serikat, meski ketegangan dengan Israel terus meningkat dalam beberapa pekan terakhir.

Menurut laporan AFP, Amerika Serikat lebih dulu memberi tahu Israel sebelum serangan diluncurkan. Lembaga penyiaran publik Israel, Kan, melaporkan bahwa Tel Aviv berada dalam “koordinasi penuh” dengan Washington selama operasi militer ini berlangsung.

Dalam sebuah pernyataan resmi, Netanyahu menyebut keputusan Trump sebagai langkah “berani” dan akan “mengubah sejarah dunia”.

“Presiden Trump dan saya sering mengatakan: perdamaian melalui kekuatan. Malam ini, Amerika bertindak dengan sangat kuat,” ujar Netanyahu dalam video pernyataan yang dirilis ke publik.

Serangan ini juga terjadi di tengah pertempuran udara berkepanjangan antara Israel dan Iran, yang telah menewaskan banyak warga sipil dan tentara di kedua negara. Pemerintah Israel mengklaim bahwa tindakan militer ini ditujukan untuk mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir, sementara Teheran menegaskan program nuklir mereka hanya untuk tujuan damai.

Di Amerika sendiri, langkah Trump menuai reaksi keras. Beberapa anggota Kongres, baik dari Partai Demokrat maupun Republik, mendesak agar Trump mendapatkan persetujuan legislatif sebelum mengerahkan kekuatan militer untuk menyerang negara lain.

Militer Israel juga mengumumkan bahwa mereka telah meluncurkan serangan lanjutan ke wilayah barat daya Iran, menargetkan sejumlah fasilitas militer yang diduga menjadi basis produksi senjata strategis Iran.

Dengan situasi yang terus memanas, para pengamat internasional menyebut aksi ini bisa menjadi titik awal konflik terbuka yang melibatkan negara-negara besar dunia. Dunia kini menanti, apakah ini awal dari perang besar atau hanya tekanan diplomatik dalam skala besar.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.