Dukungan Presiden Prabowo untuk Jaksa Agung: Pesan Tegas dari Istana, Bersih-Bersih Tanpa Ampun

banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id – Presiden Prabowo Subianto mengirimkan pesan keras yang mengguncang lingkaran elite koruptor. Di hadapan Jaksa Agung ST Burhanuddin, Prabowo secara terbuka menyatakan dukungan penuh dan tanpa kompromi terhadap perang besar penegakan hukum yang tengah digencarkan Kejaksaan Agung.

Momen itu terjadi di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (24/12/2025), saat negara secara simbolis menerima kembali uang sitaan senilai Rp6,6 triliun.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Dengan nada tegas dan penuh tekanan moral, Prabowo meminta Jaksa Agung tetap “tegak lurus” meski harus berhadapan dengan perlawanan dari para pelaku kejahatan kerah putih.

Menurut Prabowo, ketidaksukaan terhadap penegakan hukum hanyalah datang dari kelompok kecil yang merasa terusik. “Kalau Anda tidak populer, itu hanya bagi segelintir maling,” ujar Prabowo, disambut riuh hadirin. Ia menegaskan, mayoritas rakyat berdiri di belakang aparat yang berani membersihkan negara dari korupsi.

Lebih jauh, Presiden menekankan bahwa perjuangan Kejaksaan Agung saat ini tidak berjalan sendiri. Dukungan moral, spiritual, dan politik datang langsung dari rakyat.

“Anda didoakan seluruh bangsa Indonesia. Teruskan perjuangan. Merdeka!” seru Prabowo sambil mengepalkan tangan, sebuah simbol perlawanan terbuka terhadap korupsi.

Di hadapan Presiden, Jaksa Agung ST Burhanuddin membeberkan capaian yang mengejutkan publik. Selain Rp6,6 triliun yang sudah berhasil diselamatkan, negara berpotensi menerima denda administratif hingga ratusan triliun rupiah pada 2026 dari pelanggaran sawit dan tambang di kawasan hutan.

Rinciannya, potensi denda dari perkebunan sawit mencapai Rp109,6 triliun, sementara sektor pertambangan menyumbang potensi Rp32,63 triliun. Angka ini menjadi sinyal bahwa negara mulai benar-benar merebut kembali kekayaan yang selama ini bocor akibat pelanggaran hukum.

Tak hanya uang, Kejaksaan Agung melalui Satgas Penertiban Kawasan Hutan juga berhasil menguasai kembali 4,08 juta hektare kawasan hutan. Dari jumlah itu, hampir 897 ribu hektare diserahkan pada tahap kelima kepada kementerian terkait, termasuk lahan sawit ilegal dan kawasan konservasi yang akan dipulihkan.

Di tengah apresiasi besar itu, Burhanuddin juga menunjukkan sikap tegas ke dalam. Ia memastikan empat jaksa yang terjaring OTT KPK akan ditindak tanpa ampun. Tidak ada perlindungan, tidak ada toleransi.

“Saya bersyukur dibantu KPK. Siapa pun yang melanggar, saya tindak tegas,” ujarnya.

Pesan ganda pun menguat: perang terhadap korupsi bukan hanya ditujukan keluar, tetapi juga membersihkan tubuh penegak hukum sendiri. Di bawah kepemimpinan Prabowo, sinyalnya jelas era kompromi berakhir, dan negara mulai mengambil kembali apa yang menjadi hak rakyat.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.