JAKARTA, Radarjakarta.id – Kementerian Perdagangan RI bersama penyelenggara DMI Expo 2025 resmi menggelar acara Launching & Sosialisasi pada Senin, 11 Agustus 2025, di Auditorium Kementerian Perdagangan RI, Jakarta.
Kegiatan ini menjadi langkah awal promosi perdagangan, pariwisata, dan investasi Indonesia menuju pasar Eropa dengan tema “From Indonesia to Europe: Building Strategic & Sustainable Partnerships for Indonesia in the European Market.” yang dibuka oleh Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan (Kemendag) Fajarini Puntodewi.
Acara yang berlangsung pukul 15.30 hingga 18.00 WIB ini dihadiri pelaku usaha, investor, dan pemangku kepentingan dari berbagai sektor strategis. Melalui DMI Expo 2025, Indonesia menargetkan terbentuknya kemitraan jangka panjang dan berkelanjutan dengan mitra bisnis di Eropa.
Dalam rangka memperkuat promosi pariwisata dan investasi Indonesia di pasar global, khususnya Eropa, pemerintah bersama berbagai kementerian dan pelaku usaha melakukan kolaborasi strategis melalui kegiatan yang didukung penuh oleh Kementerian Pariwisata, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Ekonomi Kreatif, serta mitra-mitra dari asosiasi pengusaha di luar negeri.

CEO PT NAP (KUPU GSC), DT Yunanto menjelaskan bahwa peserta akan mendapatkan informasi langsung terkait program dan agenda DMI Expo 2025, peluang kolaborasi dengan pelaku usaha dan investor global, serta kesempatan memperluas jejaring di bidang perdagangan, pariwisata, dan investasi.
“Gerakan ini harus dimulai,” kata Yunanto, saat Diskusi santai tentang kerja sama strategis untuk memperkuat posisi Indonesia di dunia internasional, di Auditorium Kementerian Perdagangan RI, Jakarta, Senin (11/8).
“Kami sangat mengapresiasi keberanian dan inisiatif semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan acara ini. Dukungan lintas kementerian sangat krusial agar tujuan kita dalam meningkatkan kunjungan wisatawan dan investasi dapat tercapai secara maksimal,” ungkap perwakilan pemerintah saat membuka acara.
Pasar Eropa dipandang sangat strategis karena selain menjadi mitra dagang utama Indonesia dengan nilai perdagangan mencapai lebih dari 6 miliar dolar AS, hubungan sejarah dengan Belanda juga menjadi alasan kuat untuk memperluas kerja sama di berbagai sektor.Melalui sinergi bersama, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekspor sebesar 7,1% tahun ini, dan secara bertahap dalam lima tahun ke depan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 4%. Kinerja positif terlihat dari capaian ekspor semester pertama tahun ini yang tumbuh 7,7% dibandingkan target.
Melalui sinergi bersama, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekspor sebesar 7,1% tahun ini, dan secara bertahap dalam lima tahun ke depan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 4%. Kinerja positif terlihat dari capaian ekspor semester pertama tahun ini yang tumbuh 7,7% dibandingkan target.











