JAKARTA, Radar Jakarta — Kejutan pahit menghantam jutaan rakyat Indonesia. Harapan untuk menikmati diskon tarif listrik 50 persen resmi dibatalkan pemerintah hanya beberapa hari sebelum pelaksanaannya! Padahal, sebanyak 79,3 juta pelanggan PLN berdaya 1.300 VA ke bawah sudah bersiap-siap menikmati keringanan di tengah himpitan ekonomi.
Pengumuman pembatalan yang disampaikan langsung oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani pada Senin (2/6) di Komplek Istana Presiden membuat publik gempar. Alasannya pun mengejutkan: penganggaran telat!
“Kita rapat, dan karena penganggarannya lambat, maka untuk Juni-Juli tidak bisa dijalankan,” ujar Sri Mulyani tanpa basa-basi.
Padahal, sebelumnya pemerintah lewat Menko Perekonomian Airlangga Hartarto sempat dengan penuh keyakinan menjanjikan diskon tersebut sebagai bagian dari paket stimulus ekonomi yang dirancang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kuartal kedua.
Reaksi Netizen Membara:
Di media sosial, netizen langsung bereaksi. Tagar #DiskonListrikBatal dan #SriMulyani trending dalam hitungan jam.
> 🗣️ “Udah siap-siap hemat listrik, eh malah dibatalin! Kok bisa nggak siap anggarannya?!” – @warganetmiskin
🗣️ “Kalau janji subsidi aja nggak bisa direalisasiin, gimana janji-janji besar lainnya?” – @kritiskalimat
🗣️ “Rakyat kecil cuma jadi bahan eksperimen janji manis.” – @korekekonomi
Rencana Diganti Bantuan Upah & Beras, Tapi…
Sebagai “pengganti”, pemerintah menggelontorkan 5 program stimulus ekonomi, di antaranya:
1. Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebesar Rp600 ribu selama dua bulan (Juni-Juli) untuk 17,3 juta pekerja dan ratusan ribu guru honorer.
2. Diskon Transportasi:
Tiket Kereta Api: Diskon 30%
Tiket Pesawat: PPN ditanggung pemerintah (6%)
Kapal Laut: Diskon 50%
3. Diskon Tarif Tol: 20% untuk 110 juta pengendara.
4. Tambahan Bantuan Sosial:
Kartu sembako: Tambahan Rp200 ribu/bulan.
Beras gratis: 10 kg per bulan, selama dua bulan.
5. Diskon Iuran Jaminan Kecelakaan Kerja bagi buruh padat karya.
Namun, publik tak sepenuhnya puas.
“Subsidi gaji nggak semua dapet, terus gimana nasib emak-emak rumah tangga yang nunggu diskon listrik?!” komentar dari netizen yang viral di TikTok.
Janji Manis di Ujung Tanduk?
Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan akan mengumumkan paket bantuan ini secara resmi pada 5 Juni 2025. Namun atmosfer publik sudah mulai memanas. Pasalnya, pembatalan sepihak ini membuat publik mempertanyakan koordinasi antar kementerian dan keseriusan pemerintah menjaga kepercayaan rakyat.
Ekonom menyebut ini bisa jadi “blunder besar” di awal pemerintahan Prabowo jika komunikasi publik tak segera diperbaiki.
Bantuan boleh banyak, tapi publik tak lupa yang dijanjikan duluan adalah listrik murah, dan justru itu yang hilang paling awal. ***
Diskon Listrik 50 Persen ‘DIBATALKAN’ Mendadak! Jutaan Warga Gigit Jari









