Direktur R&D Perkumpulan Gerak Jakarta: Jakarta Mendunia, Budaya Menyala; Jalan Ganda Menuju Kota Global

Direktur R&D Perkumpulan Gerak Jakarta: "Jakarta Mendunia, Budaya Menyala; Jalan Gamda Menuju Kota Global
Direktur R&D Perkumpulan Gerak Jakarta: "Jakarta Mendunia, Budaya Menyala; Jalan Gamda Menuju Kota Global
banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id – Selamat Hari Jadi ke-498 untuk Jakartakota yang tak hanya menjadi jantung Indonesia, tetapi juga cerminan perjalanan panjang bangsa ini. Saat kita merayakan hampir lima abad eksistensinya, layak kiranya kita merenung: apa yang dibutuhkan Jakarta untuk benar-benar menjadi kota global yang sekaligus berbudaya?

Jakarta global, Jakarta berbudayadua impian besar yang seringkali dianggap berjalan terpisah. Namun justru di sinilah kunci keberhasilan masa depan kota ini: menyatukan kemajuan modern dengan akar kebudayaan yang kuat.

Tantangan Menuju Kota Global

Pertama-tama, Jakarta harus mampu menata ulang wajahnya sebagai kota yang inklusif, efisien, dan berdaya saing. Infrastruktur digital dan fisik harus terus dibenahi. Transportasi publik yang terintegrasi, tata ruang yang berkelanjutan, serta kebijakan ekonomi yang ramah inovasi akan menjadi fondasi penting. Namun, kota global bukan hanya soal pencakar langit atau pusat bisnis bertaraf internasiona—ia juga tentang kualitas hidup dan keterbukaan terhadap dunia.

Menjaga dan Mengangkat Kebudayaan

Di sisi lain, Jakarta tak boleh kehilangan jati dirinya. Sebagai tempat lahirnya seni Betawi, tradisi lokal, hingga keragaman budaya urban yang dinamis, Jakarta punya modal budaya yang luar biasa. Tantangannya adalah: bagaimana menjaga warisan ini agar tidak tergilas modernisasi? Kota global yang berbudaya adalah kota yang menjadikan seni, sejarah, bahasa, dan tradisi sebagai bagian hidup warga, bukan sekadar hiasan museum.

Menyatukan Dua Identitas

Jakarta harus mampu menjadi ruang perjumpaan antara global dan lokal, antara modern dan tradisional. Caranya? Mendorong pendidikan budaya sejak dini, menyediakan ruang seni yang hidup dan mudah diakses, serta melibatkan komunitas dalam pembangunan. Budaya bukan hanya milik seniman, tapi milik setiap warga yang bangga akan identitas kotanya.

498 tahun bukan usia muda. Tapi justru di usia inilah, Jakarta punya kesempatan emas: memimpin bukan hanya dengan kekuatan ekonomi, tapi juga dengan kekuatan karakter.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.