Diplomat ADP Tewas Tragis, Polisi Selidiki Kemungkinan Dibunuh

banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id  — Kepolisian Daerah Metro Jaya terus mendalami kasus kematian misterius seorang diplomat Kementerian Luar Negeri berinisial ADP (39) yang ditemukan tewas mengenaskan di kamar indekosnya, kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa, 8 Juli 2025.

Kematian ADP menjadi sorotan setelah akun media sosial National Security Agency of Republic Indonesia mengunggah informasi bahwa kematian korban bukan disebabkan bunuh diri, melainkan diduga sebagai pembunuhan terencana dan sistematis. Klaim tersebut memicu keresahan publik dan menjadi perhatian media nasional.

Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, menyatakan bahwa pihaknya tidak bisa serta-merta mengomentari unggahan di media sosial yang belum terverifikasi. Ia meminta publik untuk tidak menyimpulkan apapun sebelum hasil penyelidikan selesai.

“Yang menyampaikan itu siapa?” ujar Ade Ary saat dikonfirmasi awak media di Polda Metro Jaya, Kamis, 24 Juli 2025.
“Kalau dari media sosial, silakan tanyakan langsung ke pihak yang mengunggah. Kami bekerja berdasarkan bukti dan keahlian,” tambahnya.

Penyelidikan Melibatkan Tim Ahli

Ade Ary menegaskan bahwa penyidikan dilakukan dengan pendekatan scientific investigation, melibatkan berbagai ahli mulai dari forensik, psikologi, hingga digital. Sebagian hasil sudah diterima penyidik, dan sisanya masih dalam proses analisis.

“Setelah semua hasil lengkap, akan kami jelaskan secara terbuka kepada publik,” ujar Ade Ary.
“Kami juga mengimbau masyarakat untuk bijak dalam menyikapi informasi di media sosial,” lanjutnya.

15 Saksi dan 20 Rekaman CCTV Diperiksa

Dalam upaya mengungkap penyebab kematian ADP, penyidik dari Subdirektorat Resmob Ditreskrimum telah memeriksa 15 saksi, termasuk penghuni indekos, rekan kerja, keluarga, dan individu terakhir yang berinteraksi dengan korban. Tak hanya itu, polisi juga mengamankan rekaman dari 20 titik kamera pengawas (CCTV) yang tersebar di sekitar indekos, kantor Kemlu, hingga tempat yang sempat dikunjungi korban sepekan terakhir.

Rekaman digital ini kini tengah dianalisis oleh Tim Digital Forensik dan Analisis Siber Polda Metro Jaya untuk menelusuri pergerakan dan interaksi terakhir korban.

Kondisi Jenazah Memicu Kecurigaan

ADP ditemukan dalam kondisi mengenaskan: kepala dililit lakban kuning dan tubuh terbungkus selimut biru, tergeletak di atas kasur dalam kamar indekos. Detail kondisi korban ini menjadi salah satu alasan publik meragukan dugaan bunuh diri.

Namun hingga kini, polisi belum mengumumkan secara resmi apakah kematian ADP merupakan tindakan bunuh diri atau pembunuhan. Semua kemungkinan masih terbuka.| Ucha*

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.