JAKARTA, Radarjakarta.id – Rapat koordinasi lintas kementerian dan badan usaha menyepakati pentingnya penguatan koordinasi serta diversifikasi sumber pasokan energi guna menjaga stabilitas pasokan energi nasional di tengah dinamika geopolitik global.
Pertemuan yang dilaksanakan secara daring pada Kamis (26/3/205) tersebut dipimpin oleh Direktur Asia Selatan dan Tengah Kementerian Luar Negeri, Ricky Ichsan. Rapat dihadiri oleh sejumlah pejabat kementerian dan perwakilan badan usaha, termasuk Anggota Pemangku Kepentingan (APK) Dewan Energi Nasional (DEN) Satya Widya Yudha.
Turut hadir dalam rapat tersebut antara lain Direktur Timur Tengah Kementerian Luar Negeri Ahrul Tsani, Direktur Amerika I Kementerian Luar Negeri Iwan Freddy, serta Direktur Eropa II Kementerian Luar Negeri Punjul Nugraha. Perwakilan dari Pertamina International Shipping dan PT Pertamina Patra Niaga juga mengikuti pembahasan.
Rapat membahas perkembangan situasi geopolitik global yang memengaruhi jalur pelayaran internasional, termasuk di kawasan Selat Hormuz, serta implikasinya terhadap perdagangan energi dan kegiatan impor minyak Indonesia.
Dalam arahannya, Ricky Ichsan menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam menyikapi dinamika global tersebut. Menurutnya, komunikasi yang baik antara pemerintah dan pelaku usaha diperlukan untuk memastikan distribusi energi nasional tetap berjalan dengan baik.
“Perkembangan geopolitik global memerlukan kewaspadaan bersama. Koordinasi yang erat antara kementerian, lembaga, dan pelaku usaha menjadi penting untuk menjaga kelancaran distribusi energi nasional,” ujarnya.
Dalam forum tersebut, Satya Widya Yudha menyampaikan bahwa penguatan kebijakan dan kerangka hukum di sektor energi menjadi bagian penting dalam menghadapi dinamika global. Dengan dukungan regulasi yang jelas, pengambilan keputusan strategis di sektor energi dapat dilakukan secara terukur dan akuntabel.
Ia juga menekankan pentingnya diversifikasi sumber pasokan energi sebagai langkah untuk memperkuat ketahanan energi nasional.
“Diversifikasi sumber energi merupakan salah satu upaya untuk menjaga keberlanjutan pasokan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap wilayah tertentu,” kata Satya.
Sementara itu, Punjul Nugraha menyoroti peran diplomasi dalam mendukung kelancaran kerja sama energi internasional. Ia menyampaikan bahwa pendekatan diplomasi penting untuk membuka peluang kerja sama dengan berbagai negara sekaligus memastikan kepentingan nasional tetap terjaga.
Dari sisi badan usaha, perwakilan Pertamina International Shipping menyampaikan bahwa perusahaan terus memantau kondisi jalur pelayaran internasional guna memastikan kelancaran pengiriman energi.
Adapun perwakilan PT Pertamina Patra Niaga menegaskan bahwa proses pengadaan energi tetap memperhatikan efisiensi serta kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku, termasuk kesesuaian dengan mekanisme harga pasar internasional.
Melalui koordinasi lintas sektor yang berkelanjutan, pemerintah dan pelaku usaha diharapkan dapat menjaga ketahanan energi nasional serta memastikan ketersediaan pasokan energi tetap aman, efisien, dan berkelanjutan di tengah dinamika global.











