Dialog dan Diskusi Radio Elshinta: ‘Kembalinya Jamaah Islamiyah ke Pangkuan NKRI’

banner 468x60

Gus Islah Bahrawi menutup diskusi dengan pesan yang penuh harapan. “Kita semua adalah bagian dari bangsa ini. Mari kita bersama-sama membangun Indonesia yang lebih baik, dengan nilai-nilai Pancasila sebagai panduan kita,” ujarnya. Ia juga mengajak para mantan anggota JI untuk aktif berpartisipasi dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan. “Jangan pernah merasa sendiri. Kita semua ada untuk mendukung kalian,” tambahnya.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Keterlibatan aktif para mantan anggota JI dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan adalah salah satu cara terbaik untuk mempercepat proses reintegrasi sosial. “Dengan terlibat dalam kegiatan-kegiatan positif, mereka bisa membuktikan kepada masyarakat bahwa mereka telah berubah dan siap untuk berkontribusi positif,” ujarnya.

Ia juga menyarankan agar masyarakat lebih aktif dalam mendukung dan memberikan kesempatan kepada para mantan anggota JI.

“Kita harus bersama-sama membangun masyarakat yang lebih inklusif dan toleran,” tambahnya. Dialog dan diskusi di Radio Elshinta pada 9 Juli 2024 ini memberikan wawasan yang mendalam tentang proses deradikalisasi dan kembalinya Jamaah Islamiyah ke pangkuan NKRI. Melalui pendekatan humanis dan non-kekerasan, BNPT berhasil mengubah pola pikir para mantan anggota organisasi radikal ini. Pendidikan tentang nilai-nilai Pancasila menjadi kunci utama dalam proses ini, yang harus dimulai sejak dini dan melibatkan berbagai pihak, termasuk keluarga dan masyarakat. Tantangan terbesar dalam deradikalisasi adalah menjaga kontinuitas program dan mengubah stigma yang melekat pada para mantan anggota JI. Namun, dengan kerjasama antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai lembaga, tantangan ini dapat diatasi. Masa depan para mantan anggota JI diharapkan bisa lebih baik, dengan kontribusi positif mereka dalam mengisi kemerdekaan dan membangun Indonesia yang lebih damai dan toleran. Diskusi ini juga menggarisbawahi pentingnya peran pendidikan dalam proses deradikalisasi. Pendidikan tentang nilai-nilai Pancasila harus dimulai sejak dini dan melibatkan berbagai pihak, termasuk keluarga dan masyarakat. Hanya dengan cara ini, kita bisa membentuk generasi yang cinta tanah air, toleran, dan memiliki jiwa kebangsaan yang kuat. Selain itu, pentingnya pendekatan personal dan dukungan psikologis juga ditekankan dalam diskusi ini. Para mantan anggota JI perlu merasa diterima dan didukung oleh masyarakat agar proses deradikalisasi bisa berjalan dengan efektif. Dengan terlibat dalam kegiatan-kegiatan sosial dan kemasyarakatan, mereka bisa membuktikan bahwa mereka telah berubah dan siap untuk berkontribusi positif bagi bangsa dan negara.

Akhirnya, diskusi ini juga memberikan harapan bahwa dengan kerjasama antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai lembaga, kita bisa mengatasi tantangan dalam proses deradikalisasi dan menjaga kontinuitas program ini. Dengan dukungan yang tepat, para mantan anggota JI bisa hidup mandiri dan berkontribusi positif bagi masyarakat, sehingga kita bisa membangun Indonesia yang lebih damai, toleran, dan inklusif. Dialog ini tidak hanya membuka mata publik tentang pentingnya deradikalisasi, tetapi juga menginspirasi banyak pihak untuk terus mendukung upaya-upaya yang dilakukan dalam rangka menjaga keutuhan NKRI dan menguatkan nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat. Mari kita bersama-sama membangun Indonesia yang lebih baik, dengan nilai-nilai Pancasila sebagai panduan kita.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.