JAKARTA, Radarjakarta.id – Ramadan tahun ini menjadi babak emosional bagi pedangdut papan atas Tanah Air, Dewi Perssik. Di tengah sorotan panggung dan jadwal padat yang tak pernah sepi, Depe menyambut kepulangan putranya, Felice Gabriel, yang tengah menempuh pendidikan di Akademi Militer.
Bagi Depe, Ramadan bukan sekadar bulan suci. Ini adalah momen pertemuan yang telah lama dinanti. Putranya yang tinggal di asrama militer akhirnya pulang untuk menjalani awal puasa bersama sang ibu.
“Ramadan ini terasa beda. Anak aku pulang. Aku sudah siapkan semuanya, terutama makanan kesukaannya,” ujar Dewi Perssik saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Selatan.

Opor dan Sambal Jadi Simbol Kerinduan
Di balik gemerlap dunia hiburan, Depe menunjukkan sisi keibuan yang begitu kuat. Hari pertama puasa langsung ia siapkan menu spesial: opor ayam dan sambal—permintaan langsung dari sang anak.
“Belum Lebaran tapi dia sudah minta opor. Ya sudah, Mama bikinin,” katanya sambil tersenyum.
Menu sederhana itu bukan sekadar hidangan berbuka. Itu adalah simbol rindu yang terbayar setelah melepas sang anak hidup disiplin di lingkungan militer.
Antara Panggung dan Doa Seorang Ibu
Mengizinkan anak tinggal di asrama bukan perkara mudah bagi seorang ibu. Dewi Perssik mengakui sempat dihantui kekhawatiran. Namun ia memilih untuk menguatkan diri.
“Pasti khawatir. Tapi aku lebih memilih ikhlas dan banyak doa. Aku percaya ini jalan terbaik buat masa depan dia,” ungkapnya.
Ia memastikan komunikasi tetap terjaga meski terpisah jarak. Telepon dan video call menjadi jembatan kasih yang tak pernah putus.
Tetap Kerja di Ramadan, Demi Bisa Berbagi
Di tengah kebahagiaan menyambut putra tercinta, Dewi Perssik menegaskan tidak akan mengurangi aktivitas pekerjaannya selama Ramadan. Baginya, bekerja adalah bentuk tanggung jawab sekaligus cara untuk terus berbagi.
“Aku tetap kerja. Kalau nggak kerja, nanti nggak bisa berbagi,” ucapnya ringan.
Namun ada yang berbeda. Selama Ramadan, Depe memilih mengambil jadwal pagi agar siang hingga sore bisa dihabiskan bersama sang anak.
Tak hanya itu, ia juga membuka peluang tampil di acara bernuansa religi. Jika biasanya dikenal dengan goyangan enerjik, Ramadan kali ini ia siap tampil lebih santun.
“Kalau acara qasidahan atau religi, insyaallah siap. Disesuaikan tempat dan suasana,” katanya.
Ramadan, Karier, dan Cinta Seorang Ibu
Kisah Dewi Perssik menjadi gambaran nyata bahwa karier gemilang tak menghalangi peran sebagai ibu. Di balik sorotan lampu panggung, ada sosok perempuan yang rela mengatur ulang hidupnya demi kebahagiaan anak.
Ramadan kali ini bukan tentang panggung megah atau honor besar. Ini tentang opor ayam di meja makan, doa di sepertiga malam, dan pelukan hangat setelah lama berpisah.
Dan bagi Dewi Perssik, itu lebih dari cukup.











