Denta Raih Lulusan Terbaik Gelar Doktor Program Seni di ISI Bali

Denta Raih Lulusan Terbaik Gelar Doktor Program Seni di ISI Bali
Denta Raih Lulusan Terbaik Gelar Doktor Program Seni di ISI Bali
banner 468x60

BALI, Radarjakarta.id – Wakil Ketua Ayodya Pala Art Center Denta Mandra Pradipta Budiastomo meraih gelar Doktor Program Seni terbaik di Institut Seni Indonesia Bali.

Denta kepada wartawan mengatakan, perjalanan akademik dirinya di Program Doktor Institut Seni Indonesia Bali dimulai pada semester genap, Februari 2022.

“Saat itu, saya bersama 20 mahasiswa lainnya resmi menjadi bagian dari Program Studi Seni Program Doktor, dengan semangat yang sama: memperdalam keilmuan dan memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan seni dan budaya,”katanya.

Menempuh pendidikan doktoral bukanlah perjalanan yang singkat maupun mudah.

Dalam masa studi yang berlaku selama tiga tahun, saya dapat menyelesaikan pendidikan dalam waktu dua tahun tujuh bulan.

Proses tersebut dipenuhi dengan dinamika akademik yang intens, mulai dari penguatan landasan teoretis, riset lapangan, hingga penulisan disertasi yang menuntut konsistensi, ketelitian, dan komitmen yang tinggi.

Sidang terbuka disertasi dilaksanakan pada 30 September 2025 di kampus Institut Seni Indonesia Bali, dihadapan 11 penguji dan disaksikan kurang lebih 150 tamu undangan yang terdiri dari akademisi, kolega, keluarga, serta para pegiat seni.

Momen tersebut menjadi puncak dari perjalanan panjang yang penuh pembelajaran. Saya merupakan lulusan ke 61 program Doktor.

“Adapun judul disertasi yang saya pertahankan adalah “Praktik Sosial Tata Kelola Sanggar Seni Tradisional Berbasis Wahana Digital di Jakarta;”katanya.

Dia mengatakan, penelitian ini mengkaji bagaimana sanggar seni tradisional beradaptasi dan membangun strategi tata kelola melalui pemanfaatan wahana digital sebagai bentuk kebertahanan di tengah perubahan sosial dan perkembangan teknologi.

Fokus ini menjadi relevan dalam konteks transformasi digital yang juga menyentuh ekosistem seni pertunjukan tradisional.

Dalam proses penyusunan disertasi, saya mendapatkan bimbingan dan arahan dari para pembimbing yang luar biasa, yakni Prof. Dr. Ida Ayu Trisnawati, SST., M.Si selaku Promotor; Prof. Dr. Ni Made Arshiniwati, SST., M.Si selaku Ko-Promotor I; serta Dr. I Gusti Putu Sudarta, SSP., M.Sn selaku Ko-Promotor II.

Bimbingan akademik yang ketat, diskusi yang konstruktif, serta dorongan moral dari beliau-beliau menjadi fondasi kuat dalam menyelesaikan penelitian ini.

“Alhamdulillah, saya berhasil meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 4,00 dan dinobatkan sebagai lulusan terbaik,”katanya.

Dia mengatakan angka dengan IPK 4,0 dengan kehormatan Cum Laude yang tertulis dengan tinta emas itu memang suatu kebanggaan pribadi.

Akan tetapi sejatinya itu adalah laporan pertanggung jawaban saya kepada para guru, kado bagi sahabat dan bukti cinta paling tulus untuk keluarga tercinta.

Menjadi yang terbaik diantara yang hebat adalah sebuah amanah besar.

Predikat ini adalah laporan pertanggungjawaban saya kepada semesta bahwa dedikasi yang utuh dan kecintaan pada ilmu seni akan selalu menemukan jalan menuju cahayanya.

Pencapaian ini bukan semata-mata hasil kerja pribadi, melainkan buah dari dukungan keluarga, sahabat, kolega, serta lingkungan akademik yang kondusif.

“Bagi saya, pendidikan doktoral bukan hanya tentang gelar, melainkan tentang tanggung jawab keilmuan dan sosial,”katanya.

Harapannya, penelitian ini dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan tata kelola sanggar seni tradisional di Indonesia, khususnya dalam memanfaatkan teknologi digital secara strategis, tanpa kehilangan nilai-nilai budaya yang menjadi akar identitasnya.

Perjalanan ini adalah awal dari pengabdian yang lebih luas, mengintegrasikan seni, riset, dan inovasi digital demi keberlanjutan ekosistem budaya di masa depan.

Gelar Doktor ini bukan garis finish, melainkan garis start baru.

“Ke depannya, saya berharap dapat terus berkontribusi dalam dunia pendidikan dan seni, membawa nilai-nilai yang saya serap dari ISI Bali untuk memajukan peradaban visual dan budaya Indonesia. Bismillah, perjalanan baru dimulai,”katanya.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.