Dari Bapas ke Barista: Kisah 21 Klien Pemasyarakatan Belajar Meracik Harapan

banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id – Sebanyak 21 klien pemasyarakatan Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Jakarta Barat mendapat kesempatan emas mengikuti Bimbingan Kemandirian Peracik Kopi (Barista), Sabtu (26/9/2025). Program ini hasil kerja sama Bapas Jakarta Barat dengan Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) Jakarta Timur, menghadirkan harapan baru bagi peserta untuk kembali menata masa depan melalui keterampilan.

Membuka Wawasan, Membangun Kemandirian

Kepala Bapas Jakarta Barat, Sri Susilarti, menegaskan pentingnya keseriusan peserta dalam mengikuti pelatihan.
“Ilmu yang didapat hari ini semoga benar-benar bermanfaat bagi masa depan Anda semua. Kami apresiasi dukungan penuh dari PPKD Jakarta Timur,” ujarnya.

Sementara itu, Danang Fauzan, Kasatpel Pelatihan & Kompetensi mewakili Kepala PPKD Jakarta Timur, menyampaikan komitmen lembaganya untuk terus mendukung pembinaan.
“PPKD Jaktim terbuka lebar jika peserta ingin melanjutkan pelatihan. Manfaatkan fasilitas ini untuk membuka wawasan dan keterampilan baru,” jelas Danang.

Fasilitas Lengkap, Pelatihan Barista Jadi Modal Wirausaha

Dalam pelatihan singkat ini, peserta dibimbing oleh instruktur bersertifikat, Hirawan dan Faisal, yang mengajarkan teori serta praktik meracik kopi di workshop khusus barista dengan fasilitas lengkap.

Selain teknik dasar membuat kopi, peserta juga diajarkan cara meracik minuman kekinian yang sedang digemari pasar. “Jika konsisten berlatih, mereka bisa menjadi barista profesional, bahkan membuka usaha kedai kopi sendiri,” kata Hirawan.

Antusiasme peserta pun terlihat jelas. Salah satu klien, Hilajah, menyampaikan optimisme.
“Kami sangat semangat menimba ilmu barista ini. Saya yakin ini bekal wirausaha yang menjanjikan,” ungkapnya penuh harapan.

Peluang Lebih Luas di Tahun 2026

Saat ini, PPKD Jakarta Timur sudah memiliki 15 program pelatihan reguler dan 8 program Mobile Training Unit (MTU). Tahun depan, jumlahnya ditargetkan bertambah menjadi 23 program reguler dan 13 MTU, memberikan ruang lebih luas bagi masyarakat dan klien pemasyarakatan untuk meningkatkan keterampilan kerja.

Pelatihan barista ini bukan sekadar kursus sehari, tetapi momentum penting untuk mengubah hidup para peserta. Mereka diharapkan mampu kembali ke masyarakat dengan identitas baru: mandiri, produktif, dan siap bersaing di dunia kerja maupun wirausaha.

|Pranowo*

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.