Canelo vs Crawford: Duel di Las Vegas, Shannon Briggs Ramal KO

banner 468x60

LQS VEGAS, Radarjakarta.id – Dunia tinju kembali bergetar! Duel super antara dua raja pound-for-pound, Saul ‘Canelo’ Alvarez dan Terence ‘Bud’ Crawford, resmi akan digelar pada Sabtu, 13 September 2025, di Allegiant Stadium, Las Vegas. Sebuah pertarungan yang tak hanya memperebutkan gelar, tetapi juga kehormatan, sejarah, dan dominasi sejati di dunia tinju.

Namun, sebuah pernyataan mengejutkan datang dari mantan juara dunia kelas berat yang legendaris, Shannon Briggs. Dalam wawancara eksklusif dengan Fight Hub TV, Briggs menjatuhkan bom prediksi:

“Crawford akan KO-in Canelo. Saya sudah melihat ini sejak dia berusia 12 tahun. Ini takdir!”

Pernyataan ini langsung menyulut debat panas di jagat maya, mengingat Canelo dikenal sebagai ikon Meksiko yang telah menaklukkan lawan-lawan brutal seperti GGG, Bivol, hingga Mayweather.

Crawford Tantang Sejarah: Naik Dua Divisi demi Jadi Raja Tiga Kelas

Di usia 38 tahun, Crawford membuat langkah nekat dan fenomenal: naik dari welterweight ke super middleweight (168 lbs), untuk menantang sang juara tak terbantahkan.

Jika menang, Crawford akan mencetak sejarah sebagai petinju pria pertama yang menyandang status undisputed champion di tiga divisi berbeda. Sebuah prestasi yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Rekam jejaknya pun mentereng. Usai menghancurkan Errol Spence Jr di laga unifikasi 2023, dan menumbangkan Israil Madrimov di super welter tahun lalu, kini ‘Bud’ memburu mahkota terakhir di singgasana tinju dunia.

Namun Tak Semua Yakin… Canelo Akan Hancurkan Crawford

Petinju muda Inggris yang sedang naik daun, Hamzah Sheeraz, justru berpandangan sebaliknya.

“Canelo akan KO Crawford di akhir ronde. Kenaikan dua divisi terlalu ekstrem, apalagi dia [Crawford] cuma bertarung sekali setahun selama lima tahun terakhir,” ujar Sheeraz kepada SecondsOut.

Sheeraz menilai bahwa ketidakaktifan Crawford dan kurangnya pengalaman melawan petarung kelas berat seperti Canelo akan menjadi kelemahan fatal.

“Dia petarung elit, iya. Tapi ada alasan mengapa disebut ‘kelas berat’. Ini bukan hanya soal skill, tapi juga fisik dan pengalaman tempur di zona bahaya.”

Faktor Penentu: Gaya Bertarung dan Psikologis di Ring

Crawford dikenal sebagai petinju teknis dengan insting tajam. Namun gaya bertarungnya yang menghindari risiko, seperti saat menghadapi Madrimov, bisa menjadi bumerang. Lawannya kali ini bukan petinju biasa.

Canelo telah menghadapi segala gaya Mayweather, Lara, Bivol, dan Scull. Petinju Meksiko itu kini tampil lebih matang, berpengalaman, dan memiliki pertahanan serta serangan kombinasi yang mematikan.

“Dia sudah melihat semuanya. Keahlian Crawford tidak akan mengejutkannya,” tambah Sheeraz.
“Canelo tahu bagaimana menghadapi petarung seperti Scull, yang bahkan lebih cepat dan kuat dari Crawford.”

Pertarungan Bersejarah atau Kejatuhan Legenda?

Pertarungan ini akan menjadi laga pertama Crawford di kelas 76,2 kg. Ia juga belum pernah menghadapi petinju elite sekelas Canelo dalam kariernya. Sebaliknya, Canelo tampil rutin, aktif, dan terbiasa menghadapi tekanan di level tertinggi.

Banyak pihak menilai bahwa Crawford seharusnya menjalani satu-dua laga pemanasan sebelum melawan Canelo. Tetapi uang, gengsi, dan sejarah berbicara lain. Tak ada jalan mundur.

Apakah Terence Crawford Siap atau Terlambat?

Pertanyaan yang kini membelah dunia tinju:

Apakah ini akan menjadi kisah dongeng seorang legenda yang menaklukkan semua batas?

Ataukah ini akan menjadi catatan kelam naiknya terlalu tinggi, terlalu cepat, terlalu tua?

Satu hal pasti: Las Vegas akan menjadi saksi dari duel yang akan dikenang sepanjang masa. | Daffa*

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.