Di sisi lain, DENZA sebagai lini premium BYD memperkuat kontribusi pada segmen high MPV listrik premium melalui DENZA D9. Model ini dengan cepat menjadi salah satu high MPV listrik terlaris di kelasnya dengan penjualan lebih dari 7.000 unit, didorong oleh desain kabin mewah, ruang interior yang sangat lega, serta kenyamanan berkendara yang dirancang untuk keluarga modern, pelaku bisnis, dan pengguna dengan pengemudi.
Teknologi intelligent cockpit, fitur keselamatan tingkat tinggi, dan keheningan kabin menjadi daya tarik yang menjadikan DENZA D9 kompetitif bahkan dibandingkan MPV konvensional di kelas serupa. Secara keseluruhan, sinergi BYD dan DENZA menunjukkan bagaimana kedua brand tidak sekadar memperluas pasar, tetapi menjadi katalis utama dalam memacu pertumbuhan industri EV Indonesia.
Capaian BYD Indonesia sepanjang 2025 mencerminkan komitmen perusahaan dalam memperluas akses kendaraan listrik sekaligus memperkuat fondasi industri NEV di Tanah Air. Dengan berfokus pada kebutuhan dan pengalaman konsumen, BYD melihat pertumbuhan pasar ini didorong oleh semakin beragamnya pilihan kendaraan listrik yang relevan untuk penggunaan sehari-hari, serta dukungan ekosistem yang terus dikembangkan secara bertahap dan berkelanjutan.
Di tengah dinamika industri otomotif nasional, lanjut Eagle, pihaknya meyakini bahwa sektor EV akan semakin berperan sebagai penggerak baru yang menjaga industri tetap bertumbuh selaras dengan arah perubahan di tahun yang akan datang.
“Perkembangan pasar EV di Indonesia di tahun ini menunjukkan dinamika yang sangat positif dengan pertumbuhan di berbagai segmen yang bahkan melampaui prediksi awal. Menatap 2026, kami melihat perkembangan pasar otomotif Indonesia dengan optimisme, khususnya di segmen EV yang terus menunjukkan daya tahan dan potensi jangka panjang,” tambahnya.
BYD memandang pertumbuhan pasar NEV di Indonesia sebagai perjalanan bersama, bukan hanya dari sisi penjualan, tetapi juga dari bagaimana ekosistem pendukungnya terus diperkuat. Salah satu fokus utama adalah pengembangan jaringan nasional yang lebih merata.
BYD secara bertahap akan terus memperluas jangkauan jaringan dan pusat layanan di berbagai wilayah, dengan tujuan mendekatkan pelayanan kepada pelanggan, menghadirkan pengalaman kepemilikan yang lebih baik dan nyaman, serta memastikan dukungan purna jual yang konsisten dari barat hingga timur Indonesia.
Selain dari sisi hilir, BYD juga berupaya memperkuat industri otomotif nasional melalui pengembangan industri lokal. Pembangunan fasilitas produksi BYD di Indonesia yang direncanakan mulai beroperasi pada 2026 diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekosistem EV nasional.
Kehadiran pabrik ini tidak hanya ditujukan untuk menghadirkan kapasitas produksi dan efisiensi pasok yang lebih baik, tetapi juga untuk mendukung stabilitas ketersediaan kendaraan listrik bagi pasar domestik seiring meningkatnya permintaan.
Ke depannya, pengembangan industri lokal ini diharapkan dapat memperkuat rantai pasok nasional, membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pelaku industri, serta mendorong transfer pengetahuan dan teknologi untuk penguatan sumber daya manusia dan keterampilan yang lebih kompetitif dalam industri ini. Dengan demikian, pertumbuhan EV tidak akan berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari penguatan industri otomotif Indonesia secara lebih menyeluruh.
“Akses layanan yang mudah, ketersediaan suku cadang, dan dukungan teknis yang andal menjadi faktor yang semakin dipertimbangkan masyarakat dalam memilih EV sebagai kendaraan utama. BYD Indonesia melihat hal ini sebagai bagian dari tanggung jawab bersama dalam mendorong adopsi EV yang berkelanjutan,” ujar Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan.











