KEPULAUAN SERIBU, Radarjakarta.id – Perum BULOG tancap gas menyalurkan bantuan pangan ke berbagai wilayah, termasuk daerah kepulauan yang memiliki tantangan distribusi tinggi. Pasca Idulfitri 1447 Hijriah, percepatan ini dilakukan agar bantuan segera diterima masyarakat tanpa hambatan berarti.
Wilayah Kepulauan Seribu menjadi salah satu fokus utama. Dengan kondisi geografis yang tersebar di pulau-pulau, distribusi bantuan membutuhkan upaya ekstra. Namun, BULOG memastikan bantuan tetap sampai ke tangan warga secara tepat waktu dan merata.
Secara nasional, program ini menyasar 33,2 juta Penerima Bantuan Pangan (PBP). Khusus di Kepulauan Seribu, bantuan diberikan kepada 4.102 PBP yang tersebar di Pulau Untung Jawa, Pulau Pramuka, Pulau Kelapa, hingga Pulau Harapan. Di Pulau Untung Jawa sendiri, sebanyak 402 warga menerima bantuan.
Direktur Utama BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani, turun langsung meninjau proses distribusi di Pulau Untung Jawa. Ia menegaskan bahwa negara hadir untuk menjamin kebutuhan pangan seluruh masyarakat, tanpa terkecuali.
“Tidak ada wilayah yang terlalu jauh untuk dijangkau. Kami memastikan bantuan tersalurkan tepat waktu dan tepat sasaran,” tegasnya.
Setiap penerima mendapatkan 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng untuk alokasi Februari–Maret 2026. Bantuan ini menjadi angin segar bagi warga, terutama setelah momen Lebaran yang biasanya meningkatkan kebutuhan rumah tangga.
Sabrina Marsenda, warga Pulau Untung Jawa, mengaku bersyukur karena baru pertama kali menerima bantuan tersebut.
“Kita bersyukur tentunya, hari ini kami dapat 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng,” ujarnya.
Ia berharap program ini terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak warga. Hal senada disampaikan Nahria, warga RW 02, yang merasakan langsung manfaat bantuan tersebut bagi keluarganya.
Ucapan terima kasih juga disampaikan warga kepada Presiden Prabowo Subianto atas program bantuan pangan yang dinilai sangat membantu, khususnya bagi masyarakat di wilayah kepulauan.
Program ini menjadi bagian dari stimulus ekonomi kuartal pertama 2026 untuk menjaga daya beli masyarakat. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan konsumsi rumah tangga masih menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi nasional.
Dengan percepatan distribusi yang terus dilakukan, BULOG optimistis bantuan pangan akan menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk di wilayah terluar, dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan warga.











