JAKARTA, Radarjakarta.id – Dunia sepak bola Indonesia resmi memasuki babak baru. PT Liga Indonesia Baru (LIB) mengumumkan rebranding besar-besaran terhadap kompetisi nasional. Liga 1 kini resmi berganti nama menjadi BRI Super League, sementara Liga 2 akan dikenal sebagai Pegadaian Championship.
Keputusan ini disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar di salah satu hotel di Jakarta Selatan, Senin malam, 7 Juli 2025, dan telah mendapat persetujuan dari 18 klub peserta.
“Mulai musim ini kami sudah melakukan rebranding total. Entitas hukum tetap PT Liga Indonesia Baru, namun brand komersial kami kini adalah I-League, dengan produk utama BRI Super League dan Pegadaian Championship,” kata Direktur Utama PT LIB, Ferry Paulus, dalam konferensi pers usai RUPS.
Transformasi Identitas & Aturan Baru Pemain Asing
Langkah strategis ini juga mencakup transformasi identitas PT LIB sebagai operator liga. Nama “I-League” akan menggantikan label LIB dalam konteks branding, meski struktur hukum tetap sama.
Sebagai bagian dari pembaruan, PT LIB juga menetapkan kebijakan baru terkait kuota pemain asing. Klub kini diizinkan mendaftarkan hingga 11 pemain asing, namun hanya 8 pemain asing yang boleh dimainkan dalam satu pertandingan.
Kebijakan ini dinilai sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya saing dan menarik minat sponsor serta penonton di era digital.
Liga 2 dan Liga Nusantara Juga Berbenah
Tak hanya Liga 1, kasta kedua kompetisi Indonesia, yakni Liga 2, juga menjalani rebranding menjadi Pegadaian Championship. Operatornya tetap LIB, dengan kepemilikan mayoritas saham sebesar 52 persen.
Sementara Liga Nusantara tetap mempertahankan nama lama sebagai kompetisi semi-profesional.
Laga Pembuka: Persebaya vs PSIM, Duel Bersejarah di GBT
Musim 2025/2026 BRI Super League akan dibuka dengan laga klasik antara Persebaya Surabaya melawan PSIM Yogyakarta, yang digelar di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, pada 8 Agustus 2025.
Keputusan memilih laga ini sebagai pembuka tidak lagi mengacu pada tradisi juara Liga 1 versus juara Liga 2. LIB kini lebih mempertimbangkan basis suporter dan nilai komersial tayangan.
“Atmosfer pertandingan antara Persebaya dan PSIM luar biasa, dukungan suporternya besar, dan nilai tayangnya sangat menjual,” ujar Ferry Paulus.
Kekuatan Tim: Persebaya Lebih Matang, PSIM Datang dengan Ambisi
Persebaya Surabaya akan tampil dengan skuad yang solid dan terintegrasi. Di bawah mistar, kiper andalan timnas Indonesia Ernando Ari tetap jadi andalan. Lini belakang diperkuat duet anyar Dime Dimov dan Risto Mitrevski, serta dua fullback lokal, Arif Catur dan Koko Ari.
Di lini tengah, Rachmat Irianto akan berperan sebagai jangkar, didukung Milos Raickovic dan Francisco Rivera. Sementara trio penyerang yang dipimpin kapten Bruno Moreira, Malik Risaldi, dan Dejan Tumbas siap menjadi momok lini belakang PSIM.
Sementara itu, tim promosi PSIM Yogyakarta datang dengan semangat tinggi dan racikan pelatih anyar Jean Paul-van Gastel. Kiper utama Harlan Suardi akan dikawal duet bek asing Franco Mingo dan Yusaku Yamdera. Lini tengah dikomandoi Rendra Teddy, dengan Savio Sheva dan kapten Ze Valente sebagai otak permainan.
Di lini depan, PSIM menaruh harapan pada kecepatan Riyatno Abiyoso dan Rafinha di sisi sayap, serta ketajaman striker tunggal Nermin Haljeta.
Era Baru Sepak Bola Nasional: Bukan Sekadar Kompetisi, Tapi Tontonan Berkualitas
Pertandingan pembuka ini diprediksi berlangsung panas dan sarat tekanan sejak menit awal. Kedua tim sama-sama ingin membuktikan diri di panggung baru sepak bola nasional.
Dukungan suporter yang besar dari kedua belah pihak diyakini akan menciptakan atmosfer luar biasa di Stadion GBT.
“Kami ingin liga ini tak sekadar ajang kompetisi, tapi juga tontonan yang menarik, profesional, dan menjangkau audiens yang lebih luas,” tegas Ferry.
Dengan wajah baru dan semangat baru, BRI Super League dan I-League menjadi simbol transformasi besar dalam sepak bola Indonesia—menuju liga yang lebih kompetitif, modern, dan menghibur.***
BRI Super League Resmi Gantikan Liga 1 Musim 2025/2026










