Lebih lanjut, Doktor Ilmu Komunikasi Politik ini menekankan peran buku sebagai alat untuk membangun imajinasi peserta didik. Buku sekolah dasar diharapkan dapat membentuk pembinaan nilai Pancasila, menjadikan peserta didik aktif dalam merasakan pengalaman sebagai manusia Pancasila.
“Pancasila harus menjadi milik peserta didik dengan mewujudkannya dalam kehidupan sehari-hari,” jelas Benny.
Pemikiran tersebut juga mencakup transformasi paradigma belajar, di mana lebih banyak fokus pada hal-hal praktis dan visualisasi.

Benny menegaskan, “Mencintai Pancasila berarti peserta didik dapat menjadi pribadi yang disiplin, pekerja keras, saling menyayangi, dan menghormati.” Buku bahan ajar diharapkan tidak hanya terpaku pada tulisan dan teori, melainkan juga menyajikan visualisasi dan konten aktual. Benny menutup pemikirannya dalam acara yang dihadiri 100 orang termasuk sejarahwan JJ Rizal tersebut dengan menggarisbawahi tujuan pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara, yaitu mencintai bangsa dan budaya serta setiap nilai kepancasilaan dan keindonesiaan.
Target buku bahan ajar adalah membuat peserta didik mengalami ekosistem Pancasila, menjadikan mereka berpancasila dalam setiap aspek kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, peserta didik dapat mencintai, memahami, dan menghayati Pancasila dalam hal-hal sederhana dan menarik. | Eka*











